14 Narapidana di Jawa Tengah Peroleh Remisi Khusus Nyepi 2024

Suaracaraka.com, SEMARANG, JAWA TENGAH – Pada peringatan Hari Raya Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1946 ini, Remisi Khusus diberikan kepada narapidana penganut agama Hindu. Di Jawa Tengah, ada 14 narapidana yang mendapatkan Remisi Khusus Hari Raya Nyepi Tahun 2024 Masehi. Namun, dari jumlah tersebut tidak ada yang dapat langsung bebas.

Hal itu, sebagaimana yang disebutkan dalam Siaran Pers Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah melalui Divisi Pemasyarakatan, Senin (11/03/2024). Besaran remisi yang diberikan juga sama seperti Remisi Khusus lainnya, yaitu antara 15 hari sampai 2 bulan. Di istimewa ini, Remisi Khusus 1 bulan diberikan kepada 8 orang narapidana dan 6 orang mendapatkan remisi 2 bulan.

Dari 46 Lapas dan Rutan yang ada di Jawa Tengah, Lapas Permisan Nusakambangan menjadi penyumbang terbanyak narapidana yang mendapatkan remisi. Tercatat ada 7 orang narapidana yang mendapatkan remisi di UPT ini. Disusul Lapas Narkotika Nusakambangan dengan jumlah 4 orang dan Lapas Semarang, Lapas Besi, serta Lapas Sragen masing-masing 1 orang. Jika dilihat berdasarkan penggolongan pidana, sejumlah 12 orang merupakan narapidana kasus narkotika dan 2 orang karena kasus pidana umum.

Pemberian remisi berdampak pada penghematan anggaran. Dengan diberikan remisi, secara otomatis anggaran Negara yang biasanya dikeluarkan untuk biaya makan WBP juga akan berkurang. Dari jumlah tersebut di atas, Remisi Khusus Hari Raya Nyepi tahun 2024 menghemat anggaran sebesar Rp. 11.400.000,- (Sebelas Juta Empat Ratus Ribu Rupiah).

Sebagai informasi, pemberian remisi ini berdasarkan Undang-undang Pemasyarakatan Nomor 22 Tahun 2022. Di mana berdasarkan aturan terbaru tersebut, semua narapidana yang telah memenuhi syarat berhak mendapatkan remisi.

Untuk diketahui, jumlah penghuni Lapas dan Rutan Se-Jawa Tengah per- 27 Februari 2024 ini adalah sejumlah 14.078 orang. Ada pun jumlah Narapidana 11.451 dan tahanan 2.627 orang dengan kapasitas jumlah hunian Lapas / Rutan yang ada di Jawa Tengah sejumlah 9.512 orang. (Tim liputan Suaracaraka.com)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *