Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi Meningkat Pasca Gempa Bantul

Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi Meningkat Pasca Gempa Bantul
Salah satu petugas pos pengamatan gunung merapi Ngepos di Kab. Magelang sedang memantau seismogram aktivitas gunung merapi, Sabtu (1/7/2023). (Foto: tim liputan Suaracaraka.com)

Suaracaraka.com, Kab. Magelang – Pasca terjadinya Gempa Tektonik yang mengguncang wilayah DIY dan Jawa Tengah pada Jumat (30/6/2023) malam, aktivitas kegempaan gunung merapi masih terus berlangsung. Berdasarkan data yang ada di Pos Pengamatan Gunung Merapi Ngepos pada Sabtu (1/7/2023) sejak pukul 00.00 WIB hingga Pukul 12.00 WIB, Gunung Merapi mengalami 105 kali kegempaan terdiri dari 75 kali gempa guguran, 23 kali Hybrid Fase Banyak dan 7 kali Gempa Vulkanik Dangkal.

Selain itu, teramati 10 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimal 1800 meter ke arah hulu sungai bebeng, kabupaten magelang jawa tengah.

“Pasca gempa gunung merapi masih distatus siaga kemudian efek langsung dari gempa tadi malam belum signifikan, kalau kubah lava tidak berpengaruh hanya pada kegempaan guguran, sampai pagi tadi sudah lebih dari 20 mengarah ke barat daya,” kata Rahmat Widyolaksono, petugas pos pengamatan Gunung Merapi, Sabtu (1/7/2023).

Meski demikian status gunung merapi hingga saat ini masih berada pada level siaga. sementara meski sempat merekam terjadinya gempa pada jumat malam, hingga kini belum ada peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan akibat gempat tersebut.

Warga diimbau tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan karena erupsi gunung merapi bisa terjadi sewaktu waktu. (Tim liputan Suaracaraka.com)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *