Buka Magang dan Satriya Sancaya Karyadhika Taruna Poltekip Angkatan 55, Kepala BPSDM Kumham : Keilmuan Harus Berdampingan Dengan Pembudayaan

Buka Magang dan Satriya Sancaya Karyadhika Taruna Poltekip Angkatan 55, Kepala BPSDM Kumham : Keilmuan Harus Berdampingan Dengan Pembudayaan

Suaracaraka.com, NUSAKAMBANGAN, JAWA TENGAH – Setiap pendidikan harus mampu menerapkan pembudayaan dan nilai edukasi. Pembudayaan adalah mampu menerapkan sinergi positif antara nilai-nilai agama dan budaya, sementara pendidikan adalah penguasa ilmu dan teknologi.

Penegasan ini disampaikan Kepala BPSDM Hukum dan HAM dalam kegiatan Pembukaan Program Magang dan Satriya Sancaya Karyadhika Taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) Angkatan 55 yang berlangsung di halaman Lapas Khusus Kelas IIA Karanganyar Nusakambangan, Kamis (13/06/2024).

“Sinergi antara agama dan budaya akan menghasilkan kualitas iman dan takwa yang tinggi,” ujar Razilu.

“Dan ketika disempurnakan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, saya yakin akan mampu menghasilkan individu yang berkinerja dan memiliki produktivitas yang tinggi,” tambahnya.

Inline dengan hal itu, kata Razilu, sumber daya manusia merupakan kunci utama dalam mewujudkan Indonesia emas 2045.

Mantan Inspektur Jenderal Kemenkumham itu mengungkapkan, sedikitnya terdapat tiga komponen yang menjadi bagian dari SDM unggul.

“Pertama, Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama yang berhubungan dengan keterampilan teknis yang relevan dengan perkembangan zaman,” papar Razilu kepada para taruna.

“Kedua, mentalitas dan karekter. Mencakup sikap santun, jujur, Budi pekerti yang baik, serta mampu bekerja keras dan gotong royong, penting untuk diajarkan dan terus dibangun”.

“Terakhir, kesehatan jasmani. Penguasaan ilmu dan karakter yang baik tentu menjadi sia-sia tanpa kondisi fisik dan mental yang kuat,” imbuhnya.

Lebih lanjut Razilu mengajak taruna untuk memanfaatkan kesempatan magang ini dengan semaksimal mungkin.

“Kalian tidak hanya dituntut untuk memahami tugas pokok dan fungsi saja, akan tetapi juga harus memahami secara mendalam isu-isu strategis serta implikasi pada tiap-tiap program yang kalian jalankan,” tegas Razilu.

“Jadikan kegiatan magang ini sebagai sarana untuk membangun pribadi yang unggul, berkarakter dan religius”.

“Tugas kalian nanti dituntut untuk memiliki kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual, agar mampu menjadi pelayan masyarakat dalam mensukseskan sistem Pemasyarakatan, terutama di tengah-tengah era modern yang menuntut kita untuk bekerja cepat, inovatif dan adaptif,” sambungnya.

Penutup, pria asli Buton itu berpesan agar peserta magang dapat meningkatkan hubungan baik dengan Allah Yang Maha Kuasa, memperkuat kemampuan dan kesadaran untuk melaksanakan semua ketentuan dalam peraturan kehidupan taruna, meningkatkan kedisiplinan dan ketekunan serta daya juang untuk mengikuti dan menuntaskan semua program magang

Selain itu, harus mampu meningkatkan kesehatan fisik dan mental dengan melakukan berbagai aktivitas yang dapat meningkatkannya dan terakhir menjadikan semua area magang sebagai zona penerapan perilaku terpuji dan mulia.

Kegiatan pembukaan ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Penyerahan taruna dan penyerahan Panji-panji Kehormatan dari Kepala BPSDM Hukum dan HAM, Razilu kepada kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, Tejo Harwanto melalui Kepala Divisi Pemasyarakatan, Kadiyono.

Hadir pada acara pembukaan tersebut, Kepala Pusat Penilaian Kompetensi pada BPSDM Kumham, Jusman, Pimpinan Tinggi Pratama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kepala Divisi Administrasi Kemenkumham Jateng, Anton Edward Wardhana dan Kepala UPT se Nusakambangan dan Eks Karesidenan Banyumas.

Dari eksternal, tampak perwakilan dari Polres Cilacap, Pusdikpasus Daun Lumbung Cilacap, SPN Purwokerto, Lanal Cilacap, Kodim 0703 Cilacap dan Polsek Nusakambangan.

Sebagai informasi, program ini akan berlangsung selama 112 hari, mulai dari tanggal 14 Juni sampai dengan 3 Oktober 2024. Dengan jumlah peserta sebanyak 334 orang, yang terdiri dari 98 taruna pada Program Studi Manajemen Pemasyarakatan, 131 taruna pada Program Studi Teknik Pemasyarakatan dan 105 taruna pada Program Studi Bimbingan Kemasyarakatan.

Nantinya, para taruna akan menimba ilmu di 12 Unit Pelaksana Teknis yang ada di Nusakambangan. Mereka akan melaksanakan beberapa kegiatan seperti latihan fisik, menembak dan penerapan ilmu.

Tujuan program secara garis besar, agar para taruna dapat mengimplementasikan ilmu dan teori yang didapatkan selama perkuliahan, praktik lapangan mulai dari perencanaan pengorganisasian pelaksanaan dan evaluasi program pada UPT Pemasyarakatan, dengan mengembangkan wawasan berpikir keilmuan kreatif dan inovatif.

Kemudian melakukan pengabdian kepada masyarakat sebagai perwujudan Tri Dharma perguruan tinggi dan menunjang peningkatan kualitas sumber daya manusia Pemasyarakatan di masa yang akan datang serta menumbuhkan dan mengembangkan kecintaan taruna terhadap profesinya. (Tim liputan Suaracaraka.com)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *