KPU Kota Semarang Tetapkan DPT Pemilu 2024 Sebanyak 1.239.669

KPU Kota Semarang Tetapkan DPT Pemilu 2024 Sebanyak 1.239.669
Ilustrasi

Suaracaraka.com, Semarang Jawa Tengah – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pemilu 2024 sebanyak 1.239.669 calon pemilih. Jumlah calon pemilih terdiri dari 602.143 laki-laki dan 637.526 perempuan. Sementara untuk jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Semarang pada pemilu 2024 sebanyak 4.646.

Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom menyampaikan, hasil rapat pleno terbuka penetapan DPT sebelumnya juga telah diplenokan oleh PPS dan PPK di kecamatan masing-masing, dan selanjutnya diplenokan di tingkat kota.

Jumlah DPT yang ditetapkan mengalami penurunan dari daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP) yang semula sebanyak 1.241.930 pemilih.

“Pasca pleno justru dari DPS ke DPSHP, kemudian DPT, jumlahnya turun-turun,” sebut Nanda, sapaannya, usai rapat pleno terbuka penetapan DPT di Hotel Dafam Semarang, Rabu (21/6/2023).

Menghadiri rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan daftar pemilih tetap tingkat kota Semarang, Wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu berkomitmen akan terjun ke masyarakat untuk mensosialisasikan terkait pemilihan umum yang akan segera dilaksanakan. Dirinya ingin masyarakat memilih calon-calon yang nantinya bisa menjadi wakil rakyat yang diharapkan.

“Harus ada peningkatan dari para pemilih, mungkin sekarang ini karena semakin banyak datanya. Pasti akan lebih tinggi dari Pileg sebelumnya. Dan kita pastinya akan mensosialisasikan termasuk nanti dengan KPU maupun BAWASLU akan turun ke masyarakat. Ini saatnya masyarakat memilih calon-calonnya, sehingga nantinya bisa menjadi wakil rakyat yang diharapkan,” ujar Mbak Ita.

Wali kota juga menjelaskan tujuan sosialisasi bukan hanya sekadar untuk memberi pemahaman kepada masyarakat, tetapi juga menjaga kondusifitas Pemilu. Lebih lanjut, Mbak Ita berharap nantinya tidak ada benturan-benturan akibat perbedaan pandangan ataupun akibat perbedaan partai politik.

“Selain dari sosialisasi juga sebagai upaya menjaga kondusifitas, pasti di sisi Caleg mengenalkan, pastinya ada riak-riak. Tetapi kami harapkan, orang boleh berbeda pandangan, berbeda partai tetapi tetap harus menjaga kondusifitas di kota Semarang. Jangan sampai terjadi benturan-benturan,” imbaunya. (Tim Liputan Suaracaraka.com)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *