Lantik PPPK dan Pejabat Fungsional ASN Pemprov Jateng, Ganjar: Jangan Korupsi!

Lantik PPPK dan Pejabat Fungsional ASN Pemprov Jateng, Ganjar: Jangan Korupsi!
ganjar, di sela acara Penyerahan Keputusan Pengangkatan PPPK Formasi Tahun 2022 dan Pelantikan Pejabat Fungsional ASN di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, di GOR Jatidiri, Senin (24/7/2023). (Foto: dok. Humas Pemprov Jateng

Suaracaraka.com, Semarang Jawa Tengah – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengingatkan para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan pejabat fungsional ASN agar tidak korupsi. Hal itu sebagai bentuk ketaatan mereka atas pakta integritas yang telah mereka tanda tangani.

“Saya pesankan kepada mereka, bagaimana melayani masyarakat dengan baik. Karena sebagian besar guru, maka kita sampaikan tadi, jaga integritas, didik anak kita dengan baik, layani dengan baik. Karena guru-guru, kita minta untuk mendorong anak-anak kita persiapkan menjadi generasi yang siap menyambut Indonesia Emas,” kata Ganjar, di sela acara Penyerahan Keputusan Pengangkatan PPPK Formasi Tahun 2022 dan Pelantikan Pejabat Fungsional ASN di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, di GOR Jatidiri, Senin (24/7/2023).

“Itu tantangan lebih besar. Maka saya ingatkan, pikirkan yang di sana. Jangan mikir yang lain. yang lain itu apa, awas ada pakta integritas, mesti setia pada Pancasia, NKRI, UUD, tidak boleh korupsi,” tambahnya.

Ganjar juga menegaskan PPPK dan Pejabat Fungsional ASN Pemprov Jateng tidak boleh berafiliasi pada organisasi yang dilarang yang tidak sesuai pada Pancasila.

Ganjar berharap mereka selalu melakukan pelayanan ke masyarakat dan terus mengembangkan diri. Pihaknya memberikan ruang kepada mereka untuk bisa mengembangkan diri. Adapun bagi pihak yang belum mendapat kesempatan menjadi PPPK, Ganjar mengaku masih terus koordinasi dengan Menpan RI.

“Karena merasa mereka memenuhi syarat tapi belum mendapatkan alokasinya. Ini yang kita bicarakan terus sampai hari ini dengan MenPAN, karena Pak MenPAN sering komunikasi dengan saya. Ini bagian juga perjuangan kawan-kawan PPPK yang merasa mereka memenuhi syarat, tapi belum bisa masuk,” ujarnya.

Asisten Administrasi Sekretaris Daerah Jateng Muhammad Arif Sambodo mengatakan, pada hari ini dilakukan penyerahan surat keputusan (SK) dan pelantikan jabatan fungsional bagi ASN di lingkungan Pemprov Jateng.

Meliputi penyerahan surat keputusan pengangkatan sebanyak 4.515 orang PPPK di lingkungan Pemprov Jateng, yang direkrut melalui pelaksanaan pengadaan CASN Pemprov Jateng formasi 2022. Mereka terdiri dari PPPK jabatan fungsional guru sebanyak 4.278 orang, PPPK jabatan fungsional teknis sebanyak 138 orang, PPPK jabatan fungsional tenaga kesehatan 99 orang.

Selain pelantikan PPPK, gubernur juga melantik pejabat fungsional sebanyak 14.505 orang bagi ASN di lingkungan Pemprov Jateng, yang terdiri dari 991 PNS formasi tahun 2021, dan 8.998 PPPK formasi tahun 2021.

“Sekaligus melantik 4.515 teman PPPK formasi 2022, yang menerima penyerahan surat keputusan pada hari ini,” kata Arif dalam sambutannya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKD Jateng Ary Widiyantoro menambahkan, pihaknya berharap PPPK tetap bisa memberikan kontribusi terhadap Pemerintah Provinsi Jateng. Diharapkan, mereka memiliki kinerja, dan semangat seperti saat sebelum mereka diangkat jadi PPPK.

“Karena mereka yang diangkat ini, yang mengikuti seleksi ini sudah memiliki pengalaman sesuai dengan bidang yang dilamar. Misal, mereka memiliki pengalaman dalam bidang mengajar. Harapan kami, mereka memiliki semangat dalam berkinerja, dan disiplin, dan juga berintegrasi yang bagus sesuai dengan tagline pak gubernur kita Mboten Ngapusi Mboten Korupsi,” kata Ary.

Senyum Difabel
Ganjar Widiantoro, seorang PPPK tak henti-hentinya tersenyum di lokasi. Disabilitas ini akhirnya bisa diterima menjadi PPPK.

“Bersyukur sekali karena telah mengabdi 13 tahun. Penantian yang sangat panjang. Alhamdulillah, terbayar sudah. Hari ini menerima SK PPPK Pemprov Jateng. Awalnya saya mengajar di SLBN Purworejo. Untuk saat ini penempatan PPPK saya di SMAN 4 Purworejo, bidang studi Bahasa Indonesia,” kata Ganjar.

Dia membeberkan trik akhirnya bisa diterima menjadi PPPK. Yakni dia selalu yakin dan optimistis, dan tidak lupa juga berdoa. Kini, ia siap bersemangat mencerdaskan anak bangsa, atau generasi bangsa.

Sementara, PPPK lainnya, Chandra Febriyan Fitriawan asal Kabupaten Jepara, bahkan sempat melakukan video call dengan ibunya sebagai bentuk terima kasih. Mengingat, ibunya selalu mendoakan dirinya.

“Saya sangat terharu sekali. Saya PPPK di SMAN Nalumsari Jepara. Tadinya mengajar di SMA Pecangaan,” ujar Chandra. (Tim liputan Suaracaraka.com)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *