LKNP Juwana Pati Sukses Didik Calon Buruh Migran, BP2MI berangkatkan Pekerja Migran Hingga 100 Orang/dua Minggu

LKNP Juwana Pati Sukses Didik Calon Buruh Migran, BP2MI berangkatkan Pekerja Migran Hingga 100 Orang/dua Minggu
Foto : Pembina LKNP Juwana Pati Jawa Tengah Riyanta, SH Yang juga Sebagai Anggota DPR RI Saat memberikan Motivasi dalam acara Diklat Teknis penangkapan ikan dilaut bagi calon buruh migran ke negara korea selatan sektor Fishing Minggu, 16/10/22 ( foto/teks : Wartawan Edy R89 ).

Suaracaraka.com, Pati Jawa Tengah – Lembaga Kemaritiman Nelayan Pati ( LKNP ) pasca kasus pandemi Covid 19 sukses kembali dari keterpurukan atas dampak kasus pandemi tersebut, hampir dua tahun lebih lembaga yang bernaung dalam bidang mencetak tenaga terampil dibidang kemritiman tersebut vakum tak beroperasi samasekali. Namun pasca pandemi ini, aktifitas kegiatan untuk mencetak ketenagaan dibidang kemaritiman kembali bangkit dan sukses seperti tahun tahun sebelumnya.

Dijumpai di kantornya, Jarwanto salah satu pemilik lembaga Kemaritiman Nelayan Pati saat melakukan praktek dan teori dalam pembekalan skil terhadap calon tenaga migran ini tak banyak bicara, namun berfikir secara matang dan keuletan dalam mengelola lembaganya ini harus dengan sungguh sungguh, sejumlah komunikasi dibangun, antara lembaganya dengan para pihak dan stekholder. Menurtnya salah satu mitra terpenting dalam jaringan komunikasinya adalah Badan Pelindung Pekerja Migran ( BP2MI ) di Semarang Jawa Tengah hingga BP2MI Pusat di Jakarta. Selain itu jaringan komunikasi yang dibangun juga melalui anggota DPR RI Riyanta selain dalam pelindung dalam lembaganya, yang bersangkutan banyak memberikan motivasi dan semangat untuk memajukan lembaganya secara profesional dan berkwalitas, tanpa bimbingan beliau lembaganya tersebut tak sehebat seperti ini, kata Jarwanto.

Untuk mencetak tenaga terampil dalam bidang kemaritiman tersebut berbagai macam cara dan tekhnik, mulai dari teori hingga praktek tata cara penangkapan ikan ditengah laut. Dalam pemberian teori dilakukan diruang khusus kantor lembaganya yang dididik oleh sejumlah instruktur profesional dari berbagai alumni perguruan tinggi sesuai dengan disiplin ilmunya, termsuk didalam teori tersebut terdapat pembelajaran bahasa korea, sebab para calon buruh migran yang melakukan praktek di LKNP Juwana Pati ini langsung dikirim ke negara korea selatan melalui BP2MI Pusat. Calon pekerja migran selain wajib teranpil dalam bidang ilmu kemaritiman juga harus pandai dalam bahasa Korea Selatan, harus fasih sebab pekerja dalam berbahasa sehari hari disana menggunakan bahasa korea selatan bukan bahasa Indonesia lagi, terkecuali dengan sesama buruh migran dari Indonesia. Para buruh migran setelah dididik ketrampilan berbahasa, tatacara penangkapan ikan ditengah laut, menggunakan jaring jaring, K3, Tali menali dan juga tatacara berenang di tengah laut jika terjadi persoalan kendala tekhnis saat menangkap ikan, semua calon buruh migran dapat ilmu ketrampilan tersebut. Setiap peserta jika sudah ahli dan terampil diberikan sebuah sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi dan Profesi Pusat di Jakarta. Jika calon buruh migran memiliki BNSP sudah terbukti memiliki kemampuan didalam bidang ketrampilan tersebut melalui ujikopetensi dari sejumlah pendidik dan asesor, ketrampilannya sudah tidak diragukan lagi, Katanya.

Untuk berangkat ke negara pengghasil Gingseng terbesar didunia tersebut para buruh migran harus melalui seleksi fisik dan mental oleh BP2MI kemudian buruh migran sebelum masuk dinegara Korea Selatan harus lolos dari HRD Korea, sebab seleksi ini dilakukan agar benar benar buruh migran profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai tenaga ahli dalam bidang kemaritiman, saat bekerja di perusahaan yang menaungi bidang kelautan, Insya Allah banyak yang lolos, karena tenaga yang telah dididik semua benar benar terampil, cakap dalam bahasa dan skil. Calon buruh migran yang mengikuti pendidikan ketrampilan dalam bidang kemaritiman ini berasal dari berbagai daerah yang tersebar di Indonesia, yang menggembirakan lagi adanya bantuan program dari pemerintah dalam bentuk PIP, program ini dirasa sangat membantu lembaganya, pemerintah sangat serius dalam membantu pembiayaan untuk mendukung selama pendidikan berlangsung, bantuannya sangat baik dan bermanfaat bagi calon buruh migran dalam proses pendidikan dan ketrampilan secara singkat tersebut, tegas Jarwanto.

Sementara itu pembina LKNP Juwana Pati Riyanta, SH yang juga sebagai anggota DPR RI sangat mengacungkan jempol dua ibu jarinya terhadap Pimpinan LKNP Juwana Pati, sebab keberadaan Lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan dan pelatihan ilmu kemaritiman ini dirasa banyak membantu masyarakat dan pemerintah sendiri, sebab selain memberikan ilmu dan penempatan kerja juga mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan sehingga masyarakat lebih makmur dan sejahtera, negara juga mendapatkan income melalui pendapatan dari devisa para buruh migran. Dirinya mewanti wanti supaya dalam tatakelola untuk mendidik para calon buruh migran ini harus benar benar dilakukan secara profesional dan disiplin tinggi, dengan dua kata kunci tersebut nantinya para calon buruh migran benar benar terampil dalam ilmu kemaritiman, Terangnya. ( Laporan Wartawan Edy Rahmad89 ).

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *