Media Penyiaran Publik dan Public Service Media Oleh : Gunawan Witjaksana.

Media Penyiaran Publik dan Public Service Media Oleh : Gunawan Witjaksana.
Foto : Drs. H. Gunawan Witjaksana, M.Si Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Semarang ( USM)

Suaracaraka.com, Semarang Jawa Tengah – Lembaga Penyiaran Publik ( LPP) TVRI baru saja berulang tahun ke 61 tanggal 24 Agustus lalu. Di tengah usianya yang makin matang, sebagai LPP hiruk pikuk tantangan sekaligus persaingan makin ketat menghadangnya.
Di sisi lain, sebagai media penyiaran publik TVRI jelas mengemban tugas menyajikan berbagai tayangan yang bermanfaat bagi publik, meskipun mungkin dari sisi politik tayangan media tersebut dipandang Kurang menarik sekaligus mempunyai nilai jual yang tinggi.
Demikian pula sesuai dengan mottonya sebagai ” media pemersatu bangsa”, setiap tayangannya tentu disesuaikan mottonya tersebut.
Pertanyaannya, apa yang sebaiknya yang dilakukan TVRI, sehingga secara kelembagaan serta mottonya tetap bisa menyajikan berbagai tayangan secara fungsional, namun tetap menarik perhatian publiknya secara maksimal ?

Segmentasi
Tidak seperti masa lalu bahwa TVRI itu bagai pasar swalayan yang menyajikan apa saja, saat ini sudah ada segmentasi pemirsa dengan setidaknya menampilkan Chanel TVRI Sport, TVRI World, TVRI Nasional, serta berbagai Chanel TVRI Daerah.
Tentu saja hal itu merupakan upaya melayani berbagi segmen pemirsanya yang makin dinamis melalui berbagai minat yang sangat heterogen sifatnya.
Selain itu, memanfaatkan berbagai fitur media sosial pun dilakukannya. Tujuannya jelas agar makin memudahkan para pemirsanya untuk mengaksesnya, utamanya pada segmentasi muda yang lebih akrab dengan mobile television reciever.
Demikian pula sajiannya pun juga telah mengakomodasi para publik muda misalnya dengan siaran sepakbola internasional langsung, bahkan mengakomodasi keinginan netizen misal dengan tayangan Sketsa Netizen, meski tentu sebagai LPP dipilihlah tayangan yang pantas serta tidak menyesatkan, namun tetap menarik.

Public Service Media
Sebenarnya sebagai LPP, jelas fungsi serta peran utama yang diembannya adalah menjadi Public Service media.
Namun mengingat saat ini peran tersebut juga di klaim oleh hampir semua media, termasuk media sosial yang juga merasa melayani publiknya, meski pada kenyataannya hanya terbatas serta subyektif pada kepentingan netizennya masing- masing, sehingga sering merugikan bahkan tidak jarang sajian- sajian manupulatifnya justru saling membenturkan dan sangat jauh dari etika serta hukum komunikasi yang standard.
Peluang itulah ke depan yang sebaiknya dilakukan LPP TVRI, karena saat ini, bahkan makin dekat dengan pemilu, kondisinya makin membingungkan.
Celakanya media maintsream swasta pun juga sulit dijadikan rujukan, mengingat secara kelembagaan telah terkooptasi dengan kepentingan politik tertentu.
Akhirnya, kita berharap LPP TVRI lah yang tepat dijadikan rujukan, dengan harapan modifikasi berbagai tayangannya akan mampu bersaing dengan media lainnya, sehingga Mottonya sebagai media pemersatu bangsa bisa dilaksanakan sekaligus berfungsi secara lebih maksimal.

Drs. Gunawan Witjaksana, M.Si
Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Semarang ( USM).

Editor : Hedy Rahmad, MH

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *