Nikmatnya Sensasi Pedas Olahan Kepala Ikan Manyung Khas Pesisir Pati

Foto : Anggota Komisi II DPR RI Riyanta mengunjungi warung makan spesial Kepala Ikan Manyung Bu Yasi di Desa Raci Kecamatan Batangan Pati Jawa Tengah. (foto/teks : wartawan Edy R89)
Foto : Anggota Komisi II DPR RI Riyanta mengunjungi warung makan spesial Kepala Ikan Manyung Bu Yasi di Desa Raci Kecamatan Batangan Pati Jawa Tengah. (foto/teks : wartawan Edy R89)

Suaracaraka.com, Pati Jawa Tengah – Salah satu kuliner khas Kabupaten Pati adalah masakan mangut kepala manyung. Kuliner ini sangat digemari dan mudah ditemukan di wilayah Bumi Mina Tani, terutama di daerah Kecamatan Juwana dan Batangan.

Kuliner mangut kepala manyung salah satunya bisa ditemui di warung makan milik Bu Yasi yang berada di Desa Raci, Kecamatan Batangan 5 kilometer dari Juwana.

Cita rasa yang khas dan pedas menarik salah satu penikmat kuliner yang juga Anggota Komisi II DPR RI Riyanta untuk mencicipinya. Menurut Riyanta kuliner kepala manyung khas pati ini isitmewa dibandingkan dengan olahan kepala manyung lainnya.

“Saya suka, ini lebih enak dibandingkan dengan olahan kepala ikan jahan yang juga sama-sama khas pati,” ujar Riyanta.

Nikmatnya Sensasi Pedas Olahan Kepala Ikan Manyung Khas Pesisir Pati

Sementara Bu Yasi, pemilik warung, mengaku kepala manyung menjadi menu spesialnya. Tak kurang 100 porsi kepala manyung bermacam ukuran selalu ludes terjual.

“Ya kalau dihitung bisa 100 porsi sehari, kalau lagi pas banyak pengunjung,” kata Yasi.

Bu Yasi sehari bisa menghabiskan belasan kilogram kepala manyung.
Sedangkan untuk rasa pedasnya biasa menghabiskan 5 hingga 7 kilogram cabai.

Bu Yasi juga mengaku kalau warung makannya selalu dipenuhi dengan pengunjung yang silih berganti. Selain ada pengunjung baru juga ada pengunjung langganan.

Mengunjungi kota Pati, jangan lewatkan untuk mencicipi kuliner kepala ikan manyung yang banyak dijual di warung-warung sepanjang daerah pesisir pantura. Satu porsi kepala manyung di warung Bu Yasi dibanderol dengan harga Rp 40.000.

Lebih lanjut Riyanta mengatakan, potensi perikanan darat dan laut dan tankap di Pati sangat melimpah. Bahkan Desa Bendar Kecamatan Juwana menjadi desa nelayan terbesar di dunia. (Laporan Wartawan Edy Rahmad89)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *