Pemkot Semarang Masif Lakukan Upaya Tangani Kekeringan

Pemerintah Kota Semarang memberikan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan. (Foto: dok. Humas Pemkot Semarang)
Pemerintah Kota Semarang memberikan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan. (Foto: dok. Humas Pemkot Semarang)

Suaracaraka.com, Semarang Jawa Tengah – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melakukan penanganan secara masif terkait dampak rawan kekeringan di seluruh wilayah kelurahan di Kota Semarang, guna mengantisipasi kekeringan musim kemarau. Atas hal tersebut pemkot melakukan pendataan. Data dari seluruh RT dan RW se-Kota Semarang tersebut kemudian dikumpulkan sebagai pemetaan lokasi yang berisiko mengalami kekeringan.

“Data akan terus terupdate dan untuk saat ini yang melapor membutuhkan bantuan air adalah di 2 RT di wilayah Kelurahan Jabungan dan 3 RT di wilayah Kelurahan Rowosari,” ungkap Muhammad Khadik selaku Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Semarang.

Di wilayah tersebut, lanjut Khadik telah dikirimkan bantuan tangki air bersih PDAM sebagai langkah penanganan jangka pendek.

Pihaknya juga menuturkan melalui Satgas PBA (Penanggulangan Bencana Alam), warga masyarakat ataupun RT, RW dapat melapor jika membutuhkan bantuan air bersih. Satgas PBA sendiri merupakan gabungan lintas sektor seperti BPBD, PDAM, Dinas Perumahan dan Permukiman.

Untuk wilayah RT 02 RW 03, RT 02 RW 05, RT 04 RW 01 Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik telah dikirim 6 tangki air bersih pada 12 Juni 2023 dan 2 tangki air bersih pada 19 dan 26 Juni 2023. Rutin setiap dua minggu sekali akan dikirim air bersih pada ketiga wilayah tersebut.

Sementara untuk wilayah RW 06 dan RW 09 Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang telah dikirim dua tangki air bersih pada 27 Juni 2023. Selanjutnya, akan dikirim air bersih sesuai permintaan dan kebutuhan warga sampai kondisi stabil.

Pemerintah Kota Semarang melalui Satgas PBA juga akan melakukan penanganan jangka panjang dengan melakukan survey dan pengecekan lapangan oleh Disperkim bersama PDAM. Survey ini dilakukan guna memastikan kelayakan dan kemungkinan lokasi tersebut untuk mendapat akses air dari PDAM.

“Jika dimungkinkan, maka akan dilakukan pemasangan jaringan PDAM. Sementara kalau air atas pada daerah tersebut tidak layak konsumsi, seperti di Kelurahan Jabungan yang air atasnya mengandung kapur maka akan ditindaklanjuti dengan pembuatan sumur artetis dalam komunal,” terang Khadik.

Sebelumnya, juga telah dilakukan pemasangan pipa resapan di beberapa titik di Kota Semarang. Pada Juni 2022, sebanyak 90 pipa resapan telah terpasang yang terdiri atas 45 pipa resapan dipasang di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang dan 45 pipa di Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik.

Inovasi tersebut merupakan kolaborasi antara Pemkot Semarang dengan Universitas Semarang (USM) dalam program pengabdian masyarakat yang kemudian dilanjutkan pada Desember 2022 sebanyak 22 pipa di Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang.

“Pemasangan pipa resapan tersebut diharapkan dapat menghasilkan daya resap air hujan cukup tinggi. Sehingga berguna untuk memperbaiki pasokan air tanah sebagai cadangan saat musim kemarau, sekaligus sebagai langkah mengatasi banjir yang kerap terjadi di kota Semarang,” tandasnya.

Pemerintah Kota Semarang juga gencar dalam upaya penanaman pohon khususnya di beberapa titik di Kota Semarang.

“Langkah tersebut menjadi perlu karena tidak hanya untuk memberi keteduhan kepada masyarakat tetapi juga sebagai penyerap air dan menyimpannya,” pungkasnya. (Tim liputan Suaracaraka.com)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *