Polda Jateng Berhasil Ungkap Peredaran Narkotika, Solo Raya dan Semarang Jadi Zona Merah

Polda Jateng Berhasil Ungkap Peredaran Narkotika, Solo Raya dan Semarang Jadi Zona Merah
Ditresnarkoba Polda Jateng berhasil mengungkap kasus narkoba di Solo Raya. (Foto: dok. Humas Polda Jateng)

Suaracaraka.com, Semarang, Jawa Tengah – Polda Jateng berhasil menyita ribuan pil ekstasi dan ratusan gram sabu dari 2 tersangka di wilayah Solo Raya. Kedua tersangka tersebut yaitu IA seorang buruh warga Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo dan SK warga Kecamatan Serengan, Kota Surakarta.

“IA ditangkap dengan barang bukti 3.256,5 butir ekstasi. Sementara SK ditangkap dengan barang bukti 226,72 gram sabu. Kami ungkap satu minggu yang lalu,” ungkap Dirresnarkoba Polda Jateng Kombes. Pol. Lutfi Martadian, S.I.K., S.H., M.H., di Mapolda Jateng.

Kombes. Pol. Lutfi Martadian mengatakan bahwa modus peredaran gelap narkoba yang dilakukan dua tersangka ini, dilakukan dengan sistem sel terputus. Mereka akan mengirim barang ke suatu tempat yang sudah diperintahkan oleh jaringan di atasnya. Barang dikirim setelah pembeli membayarnya via transfer.

“Kami tangkap kurir ke atasnya, kalau pecandu atau penyalahgunaan nanti dilakukan TAT (tim asesmen terpadu) di BNN, rekomnya nanti rehabilitasi,” imbuhnya.

Dirresnarkoba mengatakan, wilayah Solo Raya hingga Kota Semarang, ataupun Jateng pada umumnya, rentan terjadi penyalahgunaan narkoba ataupun peredaran, dikarenakan beberapa sebab. Di antaranya banyaknya akses transportasi dari Jakarta masuk ke Jateng.

“Semarang dan Solo Raya wilayah zona merah. Peredarannya cukup banyak dan pengungkapannya juga cukup banyak,” pungkasnya. (Tim Liputan Suaracaraka.com)

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *