Polda Jateng Menyebut Masyarakat di Pulau Jawa Terbanyak Terlibat Kasus TPPO

Polda Jateng Menyebut Masyarakat di Pulau Jawa Terbanyak Terlibat Kasus TPPO
Wakapolda Jateng Brigjend Pol. Abiyoso Seno Aji saat memberikan keterangan pers terkait kasus TPPO di Mapolda Jateng, Senin (12/6/2023)

Suaracaraka.com, Semarang Jawa Tengah – Wakapolda Jateng, Brigjen Pol. Abiyoso Seno Aji saat gelar perkara Tindak Pidana Perdagangan Orang di Mapolda Jateng, Senin (12/6/2023) menyebut, masyarakat di pulau Jawa paling banyak terlibat kasus TPPO. Ia mengatakan, terbanyak jadi korban berasal dari pulau Jawa, mulai dari barat, tengah, hingga timur.

“Untuk Jateng, terlepas berhasil atau tidak di luar negeri, masyarakat kita masih banyak yang mudah dipengaruhi. Maka banyak yang jadi korban,” terang Brigjen Pol. Abiyoso.

Pada kasus TPPO di Jateng ini, para pelaku mengumpulkan korbannya terlebih dahulu di Jakarta untuk tujuan pemberangkatan ke Amerika dan Eropa.

Sedangkan tujuan Singapura dan Malaysia, para korban bakal dikumpulkan di Jakarta terlebih dahulu, kemudian berangkat melalui jalur laut dari kepulauan Riau.

“Mereka (korban) kumpul satu titik. Baru difasilitasi terbang ke negara tujuan. Tapi untuk Singapura dan Malaysia melewati laut,” tambahnya.

Terkait sudah berapa lama TPPO di Jateng ini berlangsung, Polda Jateng masih mendalami hal tersebut lebih jauh. Pihaknya pun mengimbau masyarakat jangan mudah tergiur dengan tawaran bekerja di luar negeri.

Selain itu, ia meminta warga yang merasa telah menjadi korban TPPO agar bisa melaporkan ke Polsek atau Polres masing-masing.

“Sebelum sepekan ini, ada 12 laporan polisi (LP) mengenai adanya ketidaksesuaian janji awal dan fakta di negara tujuan. Untuk berapa lamanya beroperasi, ini sedang didalami,” katanya. (Tim Liputan Suaracaraka.com)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *