Ribuan Warga Padati Pembagian Nasi Jangkrik Puncak Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

Ribuan Warga Padati Pembagian Nasi Jangkrik Puncak Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus
Warga antre untuk mendapatkan nasi jangkrik saat puncak acara Buka Luwur Sunan Kudus di kawasan Masjid Menara Kudus, Desa Kauman, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (28/7/2023).

Suaracaraka.com, Kudus Jawa Tengah – Sebuah tradisi di Bulan Muharam digelar oleh warga Kudus. Tradisi tersebut yakni buka luwur Kanjeng Sunan Kudus. Tradisi ini ditandai dengan penggantian luwur atau kelambu penutup Makam Sunan Kudus pada 10 Muharam.

Selain buka luwur, ada juga pembagian nasi jangkrik yang dibagikan kepada masyarakat umum sebanyak 33.167 bungkus.

Pada rangkaian puncak, ribuan warga rela mengantre demi mendapat nasi jangkrik. Nasi jangkrik dibungkus daun jati lengkap dengan lauk daging. Menurut warga, mereka rela berburu nasi jangkrik dengan alasan ada berkah di dalamnya.

Pembagian nasi jangkrik ini dimulai sejak pukul 05.00 setelah salat subuh. Ribuan warga sudah mengantre dan rela berdesak-desakan sejak dari depan Menara Kudus.

Tidak sedikit dari mereka yang tidak kebagian nasi jangkrik karena sebelum pukul 07.00 nasi yang dibagikan kepada warga antre sudah habis.

Humas Panitia Buka Luwur Muhammad Kharis mengatakan, pada prosesi buka luwur tahun ini pihaknya memasak 9,1 ton beras dan memotong 17 ekor kerbau dan 69 ekor kambing. Semua bahan-bahan tersebut hasil dari donasi dari masyarakat.

Dari hasil donasi tersebut pihaknya mengolah menjadi dua menu. Satu menu nasi jangkrik, yaitu nasi dengan lauk daging berkuah dan menu nasi uyah asem atau nasi dengan lauk daging tanpa kuah.

Sedianya yang dibagikan kepada masyarakat umum yang antre adalah nasi uyah asem, namun masyarakat luas menganggap semua yang dibagikan saat tradisi buka luwur adalah nasi jangkrik.

“Nasi jangkrik dibagikan kepada tokoh masyarakat dan ulama di sekitar tadi malam untuk bekal sahur puasa asyura,” kata Kharis.

4.175 nasi jangkrik dibagikan kepada warga yang antre, sedangkan sisanya diberikan kepada masyarakat Kudus di masing-masing desa melalui para pemangku punden dan belik sebanyak 17.425 bungkus nasi.

Nasi jangkrik juga dibagikan kepada sejumlah kelompok masayrakat lain, misalnya untuk para narapidana, dan sejumlah instansi.

“Selain itu ada juga 2.365 nasi yang dikemas dalam keranjang, nasi itu untuk para donatur yang memberikan beras, kerbau, atau kambing,” imbuh Kharis.

Nasi Jangkrik adalah makanan khas acara Buka Luwur Makam Sunan Kudus yang dapat dinikmati setiap tanggal 10 Muharram atau Suro.

Proses memasak nasi jangkrik memakan waktu sehari semalam. Nasi Jangkrik Buka Luwur Sunan Kudus mulai dimasak di gedung parkir Menara Kudus, Kamis, (27/7/2023). Sebagian nasi jangkrik juga telah dikemas dengan daun jati.

Seperti diketahui, dalam acara Buka Luwur yang dilaksanakan di makam Sunan Kudus, panitia menyelenggarakan tradisi pembagian nasi jangkrik yang diberikan kepada warga.

Event tersebut merupakan kegiatan tahunan, pembagian nasi jangkrik tersebut mencapai 40.000 keranjang. (Tim liputan Suaracaraka.com)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *