Suaracaraka.com, Semarang Jawa Tengah – Kecamatan Genuk Kota Semarang menggelar Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2027 di Aula Kecamatan, Rabu 29 April 2026. Kegiatan dipimpin langsung Camat Genuk Pranyoto, S. AP., MM dan dihadiri lengkap jajaran Forkopimcam Genuk, para Lurah, serta Ketua LPMK se-Kecamatan Genuk.
Dalam forum penjaringan usulan tersebut, persoalan banjir dan rob masih menjadi keluhan utama warga. Tiga kelurahan yakni Muktiharjo, Bangetayu Kulon, dan Kudu disebut sebagai wilayah paling terdampak rob setiap tahun. Selain itu, infrastruktur Jalan Dong Biru yang rusak parah dan kondisi Jembatan Nangeng yang sempit juga diusulkan warga untuk diprioritaskan pembangunannya pada 2027. Selain itu usulan dan prioritas dari masing masing kelurahan terkait pembangunan fisik dan non fisik juga menjadi agenda pembahasan dalam acara pra Musrenbang tingkat kecamatan Genuk Kota Semarang untuk tahun 2027.
“Kita sepakat banjir rob di Muktiharjo, Bangetayu Kulon, dan Kudu jadi prioritas. Begitu juga perbaikan Jalan Dong Biru dan pelebaran Jembatan Nangeng karena ini jalur ekonomi warga,” tegas Camat Pranyoto.

Pra Musrenbang kali ini berhasil merangkum sejumlah usulan dari 13 kelurahan se-Kecamatan Genuk. Seluruh usulan akan diverifikasi dan dibawa ke Musrenbang tingkat Kota Semarang untuk diperjuangkan masuk dalam RKPD 2027.
Ketua Forum LPMK Kecamatan Genuk Kota Semarang Ahmad Syafi’i, Danramil Rahmatullah dan Kapolsek Genuk Rismanto yang hadir juga mendukung agar penanganan rob dilakukan terpadu lintas sektor, mengingat dampaknya melumpuhkan aktivitas warga dan ekonomi. Ketua LPMK Bangetayu Kulon Hedy Rahmad berharap usulan tahun ini benar-benar terealisasi karena rob dan banjir makin tinggi tiap musim hujan.
Acara berlangsung hingga siang dengan sesi diskusi dan Foto bersama, ( Laporan Wartawan Edy R89 ).