Ribuan Warga Padati Haul Makam Mbah Senari Kudu, Walikota Semarang Agustin Puji “Ndas Maling” Khas Kudu Genuk

Ribuan Warga Padati Haul Makam Mbah Senari Kudu, Walikota Semarang Agustin Puji “Ndas Maling” Khas Kudu Genuk

Suaracaraka.com, Semarang Jawa Tengah – Suasana khidmat dan semarak menyelimuti Kelurahan Kudu, Kecamatan Genuk, Kota Semarang pada pelaksanaan Haul Makam Mbah Senari hari Minggu, 12 Juli tahun 2026. Ribuan warga dari berbagai wilayah memadati area makam untuk mengikuti rangkaian acara yang dipadukan dengan tradisi nyadran bulan Syuro. Acara tahunan ini turut dihadiri langsung oleh Walikota Semarang, Agustin.

Kehadiran orang nomor satu di Kota Semarang tersebut menjadi bukti perhatian Pemerintah Kota terhadap pelestarian budaya dan tradisi keagamaan di masyarakat. Tiba di lokasi, Walikota Agustin disambut dengan sholawat nabi dan arak-arakan warga. Beliau juga berkesempatan berodo’a bersama di komplek makam Mbah Senari.

Dalam sambutannya, Walikota Agustin mengapresiasi kekompakan warga Kudu dalam menjaga tradisi leluhur. Ia menilai kegiatan haul yang dikemas dengan nyadran ini menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan memperkuat nilai spiritual masyarakat.

“Yang paling saya kagumi dari Kudu ini adalah kekayaan kulinernya. Tadi saya mencicipi jajanan pasar tradisional khas Kudu yaitu Ndas Maling. Rasanya luar biasa, khas dan tidak ditemukan di tempat lain. Makanan seperti ini harus kita jaga, kita lestarikan, dan kita promosikan. Nanti akan saya laporkan ke tingkat Nasional bahkan dunia agar menjadi ikon kuliner Kota Semarang,” puji Walikota Agustin disambut tepuk tangan warga.

“Ndas Maling” sendiri merupakan salah satu jajanan pasar tradisional yang sudah ada sejak zaman dahulu di Kudu. Kue berbentuk unik dengan rasa gurih manis ini menjadi primadona setiap ada hajatan dan kini mulai dikenal luas berkat perhatian pemerintah.

Foto : Warga Kudu Sedang Mengikuti Acara Haul Makam Mbah Senari.

Ketua LPMK Kelurahan Kudu, H. Basir, S.Pd.I, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan haul tahun ini. Menurutnya, animo masyarakat tahun ini luar biasa dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Event tahunan haul makam Mbah Senari tahun ini luar biasa. Alhamdulillah dihadiri langsung Ibu Walikota. Kegiatan ini kami adakan setiap tahun sekaligus nyadran setiap bulan Syuro. Ini sudah menjadi tradisi turun-temurun warga Kudu,” ungkap H. Basir.

Dalam keterangan Persnya H. Basir menjelaskan bahwa, masyarakat Kudu meyakini bahwa tradisi haul yang dikemas dengan nyadran membawa banyak keberkahan. “Masyarakat yakin dan percaya tradisi haul yang dikemas nyadran akan membawa berkah dan tolak balak. Selain mengirimkan doa untuk leluhur, warga juga berdoa untuk keselamatan semuanya, keselamatan desa dan Pemerintah Kota Semarang serta bangsa Indonesia,” jelasnya.

Rangkaian acara haul dimulai sejak pagi dengan pembacaan tahlil, yasinan, dan doa bersama di komplek area makam Mbah Senari. Setelah itu dilanjutkan dengan gelaran gunungan berisi hasil bumi dan jajanan pasar yang kemudian dibagikan kepada warga. Panggung utama juga diisi dengan juru kunci makam dan tokoh masyarakat desa Kudu.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tingkat kelurahan, jajaran LPMK se-Kecamatan Genuk, Forkopimcam Genuk, serta sejumlah pejabat dari Pemerintah Kota Semarang. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kearifan lokal.

Salah satu tokoh Warga Kudu Sholikin 54 tahun, mengaku tidak pernah absen mengikuti haul sejak 30 tahun lalu. “Ini bukan sekadar acara biasa. Kami mendoakan Mbah Senari yang dulu babat alas di Kudu. Kami juga minta didoakan agar diberi kesehatan, rezeki lancar, dan dijauhkan dari musibah,” ujarnya.

Walikota Agustin dalam kesempatan itu juga berpesan agar generasi muda Kudu ikut melestarikan tradisi ini. “Jangan sampai tradisi baik seperti ini punah. Justru harus dikemas lebih menarik agar anak muda juga bangga. Pemerintah Kota siap mendukung, baik dari sisi promosi wisata religi maupun pengembangan UMKM jajanan pasarnya,” tegasnya.

Dengan berakhirnya doa bersama dan pembagian gunungan, rangkaian haul Makam Mbah Senari 2026 ditutup dengan meriah. Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan menjadi agenda wisata religi serta budaya unggulan di Kota Semarang, ( Laporan Wartawan Edy Rahmad89 ).

Editor : Galih Permana.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *