Ormas Gerakan Jalan Lurus Gelar Aksi di Depan Polda Jateng, Dukung Pemberantasan Korupsi dan Gelar Ritual Ruwatan

Suaracaraka.com, Semarang Jawa Tengah – Ratusan massa yang tergabung dalam Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Jalan Lurus menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Polda Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Kamis (15/10/2026) siang.

Aksi yang berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian ini membawa satu tuntutan utama, yakni mendukung penuh program pemerintah pusat dalam memberantas tindak pidana korupsi dan praktik pungutan liar (pungli) yang dinilai masih marak di sejumlah daerah, terutama pada sektor pelayanan publik di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Ketua Umum Gerakan Jalan Lurus, Riyanta, dalam orasinya menegaskan bahwa pihaknya berdiri di garda terdepan untuk mengawal komitmen Presiden dalam menciptakan pemerintahan yang bersih.

“Kami datang ke Polda Jateng ini untuk mendukung penuh program pemerintah pusat memberantas korupsi. Kami tidak ingin ada lagi yang melindungi para penjahat dan praktik pungli, terutama yang menyengsarakan rakyat kecil di urusan tanah di BPN,” tegas Riyanta di atas mobil komando.

Menurut Riyanta, praktik pungli dan dugaan korupsi di sektor pertanahan menjadi keluhan paling banyak yang diterima pihaknya dari masyarakat di berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah. Mulai dari biaya pengurusan sertifikat yang tidak sesuai aturan hingga proses balik nama yang berbelit-belit dan diduga sengaja dipersulit.

Untuk itu, ia mendesak secara terbuka kepada tiga pimpinan tertinggi di Jawa Tengah untuk tidak memberikan perlindungan kepada oknum koruptor.

“Kami mendesak dengan tegas kepada Bapak Kapolda Jateng, Bapak Kajati Jateng, dan Bapak Gubernur Jateng untuk tidak melindungi para koruptor. Jangan ada yang kebal hukum. Siapa pun yang terbukti melakukan pungli dan korupsi harus ditindak tegas tanpa pandang bulu,” ujarnya yang disambut teriakan dukungan massa.

Riyanta menambahkan, gerakan ini akan terus melakukan pengawasan dan siap melaporkan setiap temuan dugaan pungli yang dilakukan oknum di lapangan dengan disertai bukti-bukti.

Yang menarik perhatian pengguna jalan dan masyarakat sekitar, dalam aksi tersebut massa juga menggelar ritual adat Jawa berupa ruwatan. Di tengah aksi, mereka menyiapkan perangkat sesajen lengkap berupa tumpeng, bunga tujuh rupa, kemenyan, dan air kendi yang diletakkan di depan barisan massa.

Riyanta menjelaskan, ritual ruwatan tersebut merupakan simbol pembersihan.

“Ruwatan ini adalah doa dan harapan kami. Kami meruwat negeri ini agar bersih dari roh-roh koruptor, roh-roh pungli, dan roh-roh jahat yang merusak pelayanan publik. Ini simbol agar para penegak hukum diberi kekuatan untuk berani membersihkan para penjahat,” jelasnya.

Aksi yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut berlangsung selama hampir dua jam. Setelah menyampaikan pernyataan sikap dan menggelar doa bersama, massa membubarkan diri dengan tertib. Perwakilan dari Dit Intelkam Polda Jateng tampak menerima surat pernyataan sikap dari Ormas Gerakan Jalan Lurus untuk diteruskan kepada pimpinan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Polda Jateng maupun instansi terkait atas tuntutan yang disampaikan massa aksi, ( Laporan Wartawan Arif Rahardjo ).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *