SPEKTAKULER! HUT RI KE-81 DAN HUT PASAR RAKYAT BANGETAYU KULON RW 01 DIRAYAKAN MERIAH, 255 UMKM TUMPLEK BLEK

SPEKTAKULER! HUT RI KE-81 DAN HUT PASAR RAKYAT BANGETAYU KULON RW 01 DIRAYAKAN MERIAH, 255 UMKM TUMPLEK BLEK

Suaracaraka.com, Semarang Jawa Tengah – Semangat kemerdekaan dan ekonomi kerakyatan menyatu dalam satu panggung. Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 dan HUT Pasar Rakyat Bangetayu Kulon RW 01 berlangsung luar biasa spektakuler pada Minggu pagi, 30 Agustus 2026. Ribuan warga tumplek blek memadati lokasi acara sejak pukul 06.00 WIB.

Mengusung tema “Merdeka Berkreasi, Kuatkan UMKM”, acara yang dipusatkan di Lokasi Lapak Lapangan RW 01 Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk, Kota Semarang ini menjadi pusat perhatian warga Genuk dan sekitarnya.

Ketua RW 01 Bangetayu Kulon, Muchlis Suwardi, mengatakan perayaan tahun ini sengaja digabung dengan HUT Pasar Rakyat RW 01 sebagai bentuk apresiasi kepada pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi warga.

“Tahun ini istimewa. Kita peringati HUT RI ke-81 sekaligus HUT Pasar Rakyat kita. Kurang lebih ada 255 lapak UMKM ikut unjuk gigi. Mulai dari kuliner, kerajinan, fashion, sampai produk kreatif anak muda semua ada di sini,” ujar Muchlis dalam sambutannya.

Yang paling menyita perhatian adalah karnaval busana daur ulang. Seluruh 16 RT di RW 01 Bangetayu Kulon menampilkan busana dengan bahan baku dari limbah plastik. Botol bekas, kantong kresek, sedotan, hingga kemasan makanan disulap menjadi gaun, baju adat, pakaian prajurit, hingga kostum superhero yang megah dan artistik.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kemerdekaan juga berarti merdeka dari sampah. Anak-anak, ibu-ibu PKK, bapak-bapak karang taruna, semua gotong royong bikin baju dari sampah. Ini bukti kreativitas warga RW 01 luar biasa,” jelas Muchlis disambut tepuk tangan.

Karnaval dimulai pukul 07.30 WIB. Barisan peserta berjalan keliling kampung dengan diiringi musik tradisional. Warga di sepanjang jalan tumpah ruah, bersorak gembira sambil mengabadikan momen dengan ponsel. Juri dari Crew Kecamatan Genuk Kota Semarang dan pegiat fashion lokal tampak sibuk menilai kreativitas tiap RT. 01 hingga 16.

Selain karnaval, acara juga dimeriahkan lomba 17-an, senam massal, dan panggung hiburan. Namun magnet utama tetap 255 lapak UMKM Pasar Rakyat. Omzet pedagang melonjak sejak pagi. Ada sate, sego megono, jamu, cilok, hingga produk olahan ikan dan kriya ecoprint.

Ibu Siti, salah satu pelaku UMKM makanan, mengaku omzetnya naik 3 kali lipat. “Alhamdulillah. Sejak jam 6 sudah rame. Warga beli buat sarapan sambil nonton karnaval. Pasar Rakyat ini benar-benar membantu kami,” katanya.

Camat Genuk Kota Semarang Wahyudi yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi inisiatif RW 01. “Ini contoh nyata bagaimana perayaan HUT RI tidak hanya seremoni, tapi juga menggerakkan ekonomi. 255 UMKM ini artinya ada 255 kepala keluarga yang terbantu. Konsep busana dari limbah juga sejalan dengan program Semarang Bebas Sampah 2026,” ujarnya.

Kemeriahan memuncak saat pengumuman pemenang lomba busana daur ulang. RT 08 keluar sebagai juara 1 dengan kostum “Dewi Pertiwi dari Sampah Plastik” yang tingginya hampir 3 meter. Warga langsung bersorak dan meneriakkan yel-yel.

Muchlis berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan dan inspirasi bagi RW lain. “Kami buktikan warga kecil juga bisa bikin acara besar. Dengan gotong royong, tidak ada yang tidak mungkin. Dirgahayu RI ke-81. Jaya terus UMKM Bangetayu Kulon,” tutupnya.

Perayaan ditutup dengan pembagian doorprize dan foto bersama ribuan warga. Jalanan di sekitar RW 01 masih ramai hingga siang. Dari perayaan ini terlihat jelas, semangat kemerdekaan di Bangetayu Kulon bukan hanya diucapkan, tapi dirayakan dengan karya, kreativitas, dan pemberdayaan ekonomi warga, ( Laporan Wartawan Edy Rahmad89 ).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *