Suaracaraka.com, Kota Semarang – Jawa Tengah – Suasana berbeda terlihat di Kompleks Pasar Rakyat dan UMKM Minggu Pagi RW 01, Kelurahan Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Minggu (1/11/2026) pagi. Ratusan warga memadati lokasi untuk mengikuti gelaran Bazar UMKM dan Cooking Class yang diinisiasi langsung oleh Camat Genuk, Wahyudi.
Acara yang dimulai pukul 06.30 WIB tersebut tidak hanya menjadi ajang belanja produk lokal, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan kebersamaan warga se-Kecamatan Genuk. Sebanyak 13 kelurahan yang tersebar di seluruh wilayah Kecamatan Genuk mengirimkan perwakilannya untuk ambil bagian dalam kegiatan ini.
Adapun 13 kelurahan tersebut meliputi Kelurahan Bangetayu Kulon, Bangetayu Wetan, Banjardowo, Genuksari, Sembungharjo, Gebangsari, Muktiharjo Lor, Kudu, Karangroto, Trimulyo, Terboyo Wetan, Terboyo Kulon, dan Kelurahan Penggaron Lor.
Camat Genuk Kota Semarang, Wahyudi, mengatakan kegiatan ini sengaja dirancang untuk menghidupkan kembali ekonomi kerakyatan berbasis lingkungan RW sekaligus mempererat silaturahmi antar kelurahan.
“Pasar Rakyat Minggu Pagi ini adalah jantung ekonomi warga Bangetayu Kulon. Kami ingin naik kelas. Tidak hanya jualan, tapi juga ada transfer ilmu. Makanya kita gelar cooking class dengan menu favorit semua kalangan, yakni cara membuat adonan dan klepon yang enak, kenyal, dan lumer,” ujar Wahyudi di sela-sela acara.
Menurutnya, pemilihan klepon sebagai menu cooking class bukan tanpa alasan. Klepon merupakan jajanan pasar tradisional yang memiliki nilai jual tinggi, bahan baku murah dan mudah didapat, serta sangat digemari masyarakat. Harapannya, ibu-ibu PKK dan pelaku UMKM bisa menjadikannya sebagai produk unggulan baru.
Menariknya, peserta cooking class kali ini tidak hanya didominasi oleh ibu-ibu. Sejumlah bapak-bapak juga terlihat antusias mengikuti proses pembuatan adonan klepon, mulai dari mencampur tepung ketan, memberi pewarna alami dari daun pandan, mengisi gula merah, hingga teknik merebus agar tidak pecah.

Bahkan Camat Genuk Wahyudi sendiri ikut turun langsung mencoba memasak. Mengenakan celemek, ia dengan cekatan membulat-bulatkan adonan klepon bersama warga. Aksi tersebut mengundang tawa dan tepuk tangan dari peserta.
“Saya harus coba sendiri, biar tahu susahnya ibu-ibu bikin jajanan. Ternyata bikin klepon itu butuh kesabaran, adonannya harus pas, kalau tidak bisa keras atau pecah. Ini pengalaman luar biasa,” kata Wahyudi sambil menunjukkan hasil klepon buatannya.
Kegiatan ini semakin lengkap dengan kehadiran Danramil Genuk Mayor Sujono dan Ketua LPMK Kelurahan Bangetayu Kulon Hedy Rahmad, Ketua Forum LPMK Kecamatan Genuk Ahmad Syafi’i dan seluruh lurah se-Kecamatan Genuk Kota Semarang. Kehadiran Forkopimcam tersebut menjadi bukti sinergi dan dukungan penuh terhadap pemberdayaan UMKM tingkat kelurahan.
Ketua RW 01 Kelurahan Bangetayu Kulon Kecamatan Genuk Kota Semarang, Muklis Suwardi, yang juga menjabat sebagai Ketua Paguyuban Pasar Rakyat Minggu Pagi, menyambut gembira kegiatan tersebut.
Ia mengaku sangat antusias dan bersemangat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan terbaik, baik bagi para pedagang maupun masyarakat yang memanfaatkan waktu Minggu pagi untuk berbelanja produk warga Bangetayu Kulon.
“Kami di RW 01 berkomitmen pasar ini harus nyaman, bersih, dan semua produk warga bisa laku. Alhamdulillah setiap Minggu pagi, aneka ragam jajanan pasar tradisional, mulai dari getuk, lemper, dadar gulung, serabi, gorengan, jamu gendong, sampai produk kerajinan tangan dan sayur mayur segar hasil kebun warga, semua ada di sini. Dengan adanya cooking class dari Pak Camat, pedagang kami dapat ilmu baru untuk diversifikasi produk,” ungkap Muklis Suwardi.
Ia menambahkan, Pasar Rakyat Minggu Pagi RW 01 yang dikelolanya sudah menjadi ikon baru Bangetayu Kulon. Setiap Minggu, omzet pedagang terus meningkat karena warga dari luar kelurahan pun banyak yang datang untuk berwisata kuliner murah meriah.
Sementara itu, salah satu peserta dari Kelurahan Gebangsari, Ibu Sunarti (45), mengaku senang bisa ikut cooking class klepon. “Dapat ilmu baru, bisa langsung praktek. Tadi diajari trik biar gula merahnya lumer di mulut, tidak menggumpal. Ilmunya sangat bermanfaat untuk bisa dijual lagi,” katanya.
Acara yang berlangsung penuh keakraban dan kekeluargaan tersebut ditutup dengan foto bersama seluruh peserta, jajaran Forkopimcam Genuk, para lurah, Danramil, Ketua RW, dan perwakilan 13 kelurahan serta para pedagang Pasar Rakyat Minggu Pagi.
Camat Wahyudi berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin bergilir di 13 kelurahan, dengan menu cooking class yang berbeda-beda setiap bulannya, sehingga dapat terus memacu kreativitas dan kemandirian ekonomi warga Kecamatan Genuk, ( Laporan Wartawan Edy Karya89 ).