Suaracaraka.com, Semarang Jawa Tengah – Organisasi kemasyarakatan Gerakan Jalan Lurus Kota Semarang menyatakan sikap mendukung penuh komitmen Presiden Republik Indonesia dalam pemberantasan korupsi. Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Gerakan Jalan Lurus Kota Semarang, Budi, dalam konferensi pers yang digelar di Sekretariat Jalan Lurus, Semarang, Sabtu ( 11 Juli 2026 ).
Dalam keterangan persnya, Budi Priyono menegaskan, pemberantasan korupsi merupakan prasyarat utama untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, berwibawa, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Menurutnya, tanpa penindakan tegas terhadap praktik korupsi, program pembangunan nasional akan sulit berjalan optimal.
“Kami dari organisasi kemasyarakatan Gerakan Jalan Lurus Kota Semarang yang diketuai oleh Budi menyatakan dukungan terhadap komitmen Presiden Republik Indonesia dalam pemberantasan korupsi. Kami percaya bahwa langkah ini adalah langkah strategis untuk menyelamatkan keuangan negara dan mengembalikan kepercayaan publik kepada pemerintah,” ujar Budi.
Lebih lanjut, Budi menyampaikan apresiasi kepada aparat penegak hukum yang selama ini telah bekerja menangani berbagai perkara korupsi. Ia secara khusus menyoroti peran Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus atau Jampidsus yang dinilai telah menunjukkan kinerja profesional dalam mengusut kasus-kasus besar.
“Kami mengapresiasi langkah aparat penegak hukum, termasuk Jampidsus, dalam menangani perkara korupsi secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum. Penegakan hukum yang tidak tebang pilih adalah kunci agar masyarakat yakin bahwa hukum benar-benar menjadi panglima,” jelasnya.
Budi juga menekankan pentingnya menjaga independensi lembaga penegak hukum dari berbagai bentuk intervensi, baik dari unsur politik maupun kepentingan kelompok tertentu. Ia menilai, hanya dengan sistem hukum yang bebas intervensi, keadilan dapat ditegakkan secara merata.
Gerakan Jalan Lurus Kota Semarang sendiri merupakan ormas yang selama ini aktif melakukan pengawasan sosial dan edukasi kepada masyarakat terkait isu-isu kebangsaan, anti korupsi, serta penguatan nilai integritas. Budi menyebut, dukungan terhadap pemberantasan korupsi bukan hanya sebatas pernyataan, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk kegiatan nyata di tingkat komunitas.
Ke depan, pihaknya akan menggelar diskusi publik, sosialisasi, dan kampanye anti korupsi di sekolah, kampus, serta lingkungan RW di Kota Semarang. Tujuannya agar masyarakat memahami bahaya korupsi dan berani melaporkannya.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung penegakan hukum yang berkeadilan, bebas dari intervensi, demi terwujudnya pemerintahan yang bersih dan Indonesia yang maju. Peran serta masyarakat sangat penting. Jangan diam ketika melihat praktik korupsi, laporkan melalui jalur yang benar,” ajak Budi.
Ia menambahkan, Indonesia yang maju hanya bisa dicapai jika setiap rupiah anggaran negara digunakan tepat sasaran untuk kepentingan rakyat. Korupsi, lanjutnya, adalah pengkhianatan terhadap cita-cita kemerdekaan dan menghambat pemerataan kesejahteraan.
Budi berharap komitmen Presiden dapat terus dijaga dan dikawal bersama. Ia juga meminta agar aparat penegak hukum diberi ruang dan dukungan penuh agar tidak ragu dalam menindak siapapun yang terlibat korupsi tanpa pandang bulu.
“Negara ini milik kita bersama. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi. Mari kita wujudkan Indonesia bersih dari korupsi mulai dari lingkungan terkecil, keluarga dan masyarakat Kota Semarang,” tutupnya.
Dukungan Gerakan Jalan Lurus Kota Semarang ini diharapkan dapat menjadi energi tambahan bagi pemerintah dan aparat penegak hukum untuk terus konsisten dalam upaya pemberantasan korupsi demi masa depan bangsa yang lebih baik, ( Laporan Wartawan Arif Rahardjo ).
Editor : Edy Karya.