Tekan Kasus TBC, Puskesmas Bangetayu Gelar FGD Bersama Lintas Sektor

Suaracaraka.com, Semarang Jawa Tengah – UPT Puskesmas Bangetayu menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penanggulangan Tuberkulosis di Aula Puskesmas Bangetayu, Genuk, Selasa 5 Mei 2026. FGD ini menghadirkan lintas sektor untuk mempercepat eliminasi TBC di wilayah kerja Puskesmas Bangetayu.

Acara dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang dr. Abdul Hakam. Dalam sambutannya, dr. Hakam menegaskan TBC masih menjadi masalah kesehatan prioritas. “Kolaborasi puskesmas, kecamatan, kelurahan, hingga kader adalah kunci. Temukan kasus sedini mungkin, obati sampai tuntas,” tegasnya.

Kepala UPT Puskesmas Bangetayu dr. Yuni Susanti selaku narasumber utama memaparkan data kasus TBC di wilayahnya. Menurut dr. Yuni, tren penemuan kasus tahun 2025 naik dibanding 2024 karena gencarnya skrining. Namun tantangan masih ada, mulai dari stigma, pasien putus obat, hingga kontak erat yang belum mau diperiksa. “Target kami tahun 2026 semua kelurahan bebas TBC. Makanya perlu komitmen bersama lewat FGD ini,” jelas dr. Yuni.

Camat Genuk Pranyoto yang turut hadir memberi apresiasi atas langkah Puskesmas Bangetayu. Dalam uraiannya, Pranyoto menekankan bahwa penanggulangan TBC tidak bisa berdiri sendiri. “Kasus TBC ini erat kaitannya dengan stunting. Anak dengan gizi kurang rentan tertular TBC. Karena itu intervensi gizi dan pemberian PMT harus jalan bareng dengan skrining TBC,” tegasnya.

Pranyoto juga menyoroti pencegahan kematian bayi dan ibu hamil. Menurutnya, ibu hamil dengan TBC berisiko melahirkan bayi berat lahir rendah dan meningkatkan AKI-AKB. “Kami minta Lurah dan kader dampingi ibu hamil, pastikan periksa rutin, dan segera rujuk bila ada batuk lebih dari 2 minggu,” ujarnya.

Terkait lingkungan, Camat Genuk menyebut rumah tidak layak huni menjadi faktor penularan TBC. Rumah lembab, tanpa ventilasi, dan padat penghuni mempercepat penyebaran kuman. “Program RTLH dan rumah sehat harus kita dorong. Kecamatan bersama Disperkim Kota Semarang sudah mendata rumah untuk dibedah tahun ini. Rumah sehat itu syarat mutlak memutus mata rantai TBC dan menekan stunting,” tambah Pranyoto.

FGD diikuti kurang lebih 60 peserta dari unsur DKK, Kantor Kecamatan Genuk, Polsek Genuk, Koramil, KUA, Lurah Bangetayu Kulon dan Wetan, ketua TP PKK, tokoh agama, kader kesehatan, serta penyintas TBC. Diskusi menghasilkan 5 komitmen: 1) Skrining masif di kelompok rentan, 2) Pendampingan minum obat oleh kader, 3) Sosialisasi bebas stigma di masjid dan sekolah, 4) Pelaporan kasus berbasis RT, 5) serta Rumah Sehat.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama. Puskesmas Bangetayu berharap sinergi ini menurunkan angka TBC, stunting, dan AKI-AKB secara signifikan serta mendukung target Eliminasi TBC 2030, ( Laporan Wartawan Edy Rahmad89 ).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *