Suaracaraka.com, Kota SEMARANG (26/01/2026) – Asosiasi Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KPSPAMS) “Tirta Atlas” Kota Semarang resmi menutup rangkaian kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) program Pamsimas tahun 2026 pada hari ini. Kegiatan yang berlangsung maraton sejak tanggal 13 hingga 26 Januari 2026 ini menyisir 96 kelurahan yang telah memiliki unit pengelola air (KPSPAMS/BPSPAMS) dari total 117 kelurahan di Kota Semarang.
Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif seluruh pengurus Asosiasi Tirta Atlas dengan pendampingan langsung dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang.
Nasihin, Pengurus Asosiasi KPSPAMS Tirta Atlas, menjelaskan bahwa Monev tahun ini dirancang lebih mendalam untuk membedah kesehatan organisasi pengelola air di tingkat basis secara menyeluruh.
Tujuan Strategis Monev 2026 Pelaksanaan Monev kali ini tidak sekadar kunjungan, namun memiliki empat tujuan strategis utama untuk memastikan keberlanjutan program:
- Validasi Kesehatan Kelembagaan: Memeriksa kelengkapan administrasi dan legalitas KPSPAMS/BPSPAMS untuk memastikan organisasi berjalan sesuai AD/ART dan memiliki payung hukum yang kuat.
- Audit Kinerja Keuangan: Mengevaluasi pembukuan dan arus kas pengelola untuk memastikan transparansi serta kemampuan finansial kelompok dalam membiayai operasional mandiri.
- Pemeriksaan Fungsi Teknis: Memastikan seluruh infrastruktur (pompa, jaringan pipa, menara air) berfungsi optimal dan air yang didistribusikan memenuhi standar kualitas, kuantitas, dan kontinuitas (K-3).
- Evaluasi Cakupan Layanan: Mengukur sejauh mana KPSPAMS mampu melayani kebutuhan warga, termasuk mengidentifikasi area yang belum terjangkau akses air bersih.
- Rekomendasi Hasil Monev Berdasarkan pemetaan tujuan di atas selama dua pekan di lapangan, Asosiasi Tirta Atlas bersama tim gabungan merumuskan rekomendasi prioritas yang harus segera ditindaklanjuti, diantaranya Penyesuaian Tarif untuk Cost Recovery, Mengingat hasil audit keuangan, KPSPAMS didorong untuk menghitung ulang iuran air agar mencapai Full Cost Recovery. Hal ini krusial agar biaya perbaikan dan pengembangan tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah.
Juga Digitalisasi Pelaporan guna mempermudah validasi data di masa depan, direkomendasikan transisi sistem pencatatan manual ke digital agar laporan keuangan dan aset lebih akuntabel dan mudah diakses.
Serta Peremajaan Aset Kritis bagi KPSPAMS yang berusia di atas 5 tahun, direkomendasikan segera menyusun jadwal pemeliharaan preventif dan penggantian suku cadang pompa guna menghindari mati air mendadak.
“Antara tujuan pemeriksaan dan rekomendasi yang kami berikan ini saling berkaitan. Kami ingin memastikan bahwa 96 kelurahan ini tidak hanya sekadar punya pipa air, tapi punya sistem yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan melayani warga Semarang,” tegas Riyanto, Wakil Ketua Asosiasi KP-SPAMS Tirta Atlas Kota Semarang.
Hasil lengkap Monev ini akan diserahkan kepada Pemerintah Kota Semarang sebagai basis data pengambilan kebijakan sanitasi dan air bersih tahun 2026-2027.
Dijelaskan juga, Asosiasi KPSPAMS Tirta Atlas adalah wadah berhimpun bagi Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KPSPAMS) di Kota Semarang. Sebagai mitra strategis pemerintah, asosiasi fokus pada pembinaan, advokasi, dan peningkatan kapasitas pengelola air minum berbasis masyarakat demi tercapainya akses air bersih universal.
Asosiasi ini didirikan sejak tahun 2011, dan saat ini diketuai H. Roestamaji, ( Laporan Wartawan Sardi AK )
Editor. : Edy Karya