Geram Jateng Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba di Kecamatan Mijen Kota Semarang, Ajak Warga Jaga Generasi Muda

Geram Jateng Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba di Kecamatan Mijen Kota Semarang, Ajak Warga Jaga Generasi Muda

Suaracaraka.com, Semarang, 20 April 2026 – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Rakyat Anti Madat (Geram) Jawa Tengah menggelar sosialisasi bahaya narkoba di Aula Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Minggu 20 April 2026. Kegiatan ini menyasar tokoh masyarakat, RT/RW, karang taruna, dan perwakilan pelajar SMA/SMK se-Kecamatan Mijen.

Ketua DPD Geram Jawa Tengah, Havid Sungkar, hadir sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Havid menekankan bahwa peredaran narkoba kini masuk ke semua lapisan masyarakat dan mulai menyasar anak muda lewat pergaulan serta media sosial.

“Kecamatan Mijen ini wilayah pinggiran kota yang tumbuh cepat. Kos kosan, kafe, dan ruang publik makin banyak. Kalau kita lengah, narkoba bisa masuk lewat pintu mana saja. Kuncinya deteksi dini dan peran keluarga,” kata Havid di hadapan peserta.

Havid menjelaskan ciri ciri penyalahgunaan narkoba, mulai dari perubahan pola tidur, emosi tidak stabil, hingga prestasi sekolah menurun. Ia juga menguraikan jenis narkoba yang marak beredar, seperti sabu, tembakau sintetis, dan obat keras yang disalahgunakan.

“Jangan pernah coba. Sekali pakai bisa rusak sel otak. Rehabilitasi itu panjang dan mahal. Lebih baik mencegah lewat edukasi dan kegiatan positif,” tegasnya.

Selain materi, sosialisasi diisi sesi tanya jawab dan simulasi cara melapor bila menemukan indikasi peredaran narkoba. Geram Jateng membagikan nomor hotline pengaduan serta alur koordinasi dengan BNN, kepolisian, dan pihak kelurahan.

Camat Mijen yang turut hadir mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, Kecamatan Mijen butuh kolaborasi banyak pihak karena wilayahnya luas dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Kendal.

“Kami dukung penuh. RT/RW kami minta aktif pantau lingkungan. Kalau ada kos bebas atau anak nongkrong sampai larut, tolong ditegur dan diarahkan,” ujarnya.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Mijen mengaku mendapat wawasan baru dari sosialisasi ini. Pihaknya berkomitmen membuat program rutin, seperti lomba olahraga antar RW dan kelas keterampilan, agar remaja punya ruang positif.

“Kami siap jadi garda depan. Setelah ini kami akan roadshow ke kelurahan kelurahan biar pesannya sampai ke tingkat RT,” ucapnya.

Kegiatan ditutup dengan deklarasi bersama “Mijen Bersinar” atau Bersih dari Narkoba. Seluruh peserta membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk komitmen menolak narkoba dan siap melapor bila ada peredaran di lingkungannya.

Havid Sungkar berharap sosialisasi tidak berhenti di seremoni. Geram Jateng membuka pendampingan untuk sekolah dan komunitas yang ingin mengadakan edukasi lanjutan.

“Perang lawan narkoba tidak bisa sendiri sendiri. Butuh orang tua, guru, tokoh agama, dan pemerintah. Mari jaga anak anak kita,” tutup Havid, ( Laporan Wartawan Edy Rahmad89 ).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *