Kegiatan PJN Tingkat Kelurahan Bangetayu Kulon di RW 05 Genuk, Tekankan Cegah DBD Jelang Musim Hujan

Kegiatan PJN Tingkat Kelurahan Bangetayu Kulon di RW 05 Genuk, Tekankan Cegah DBD Jelang Musim Hujan

Suaracaraka.com, Semarang Jawa Tengah – Kelurahan Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk, Kota Semarang kembali menggalakkan kegiatan Pemantauan Jentik Nyamuk (PJN) tingkat kelurahan yang dipusatkan di RW 05 pada Jumat, 29 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi langkah antisipasi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) yang rawan meningkat saat musim hujan.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Ketua LPMK Kelurahan Bangetayu Kulon Hedy Rahmad, Ketua TP PKK Kelurahan Bangetayu Kulon Mustiah, Setya Rizki selaku petugas kesehatan dari Puskesmas Bangetayu, Ketua TP PKK RW 05, Ketua Posyandu Se Kelurahan Bangetayu Kulon serta puluhan kader PJN se-Kelurahan Bangetayu Kulon.

Acara dimulai dengan pengarahan singkat oleh Lurah Bangetayu Kulon Sri Eko Utami melalui kasie Kesos Keluran Ibu Endang, dilanjutkan pemaparan materi oleh Setya Rizki dari Puskesmas Bangetayu. Dalam materinya, Setya Rizki menekankan pentingnya budaya 3M Plus: Menguras, Menutup, Mengubur, serta memantau, menyikat, dan mendaur ulang barang bekas. Ia juga mengingatkan warga agar rutin mengecek bak mandi, vas bunga, dan tempat penampungan air lainnya minimal seminggu sekali.

Ketua TP PKK Kelurahan Bangetayu Kulon Mustiah menyampaikan bahwa peran ibu-ibu PKK sangat vital dalam gerakan PJN.

“PKK sebagai ujung tombak di keluarga harus menjadi contoh. Kalau ibu-ibu rajin cek jentik, insyaAllah rumah kita bebas DBD. Jangan tunggu ada yang sakit dulu baru bergerak,” tegas Mustiah di hadapan para kader.

Ketua LPMK Hedy Rahmad menambahkan bahwa kegiatan PJN ini sejalan dengan program Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat. Menurutnya, sinergi antara LPMK, PKK, Posyandu, dan kader kesehatan harus terus diperkuat agar angka bebas jentik di Bangetayu Kulon meningkat.

“RW 05 kita pilih sebagai lokasi karena tingkat partisipasi warganya bagus. Tapi target kami semua RW punya kader PJN aktif. Data hasil pemantauan nanti akan kami rekap dan laporkan ke Puskesmas untuk evaluasi,” jelas Hedy.

Usai pemaparan, seluruh kader PJN langsung praktik lapangan. Mereka berkelompok mendatangi rumah-rumah warga di RW 05 untuk memeriksa bak mandi, toren, talang air, dan barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Setiap temuan jentik dicatat dan warga diberi edukasi cara menguras serta menutup tempat penampungan air dengan benar.

Ketua Posyandu RW 05 Sri Ekowati juga memanfaatkan momentum ini untuk menyosialisasikan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan bagi balita dan lansia yang rentan terkena DBD. Warga menyambut baik kegiatan ini dan banyak yang langsung mempraktikkan 3M Plus setelah diedukasi.

Kegiatan PJN ditutup dengan evaluasi bersama. Puskesmas Bangetayu mengapresiasi semangat kader dan warga RW 05. Diharapkan, gerakan ini menjadi contoh bagi RW lain di Bangetayu Kulon sehingga Kelurahan Bangetayu Kulon bisa mempertahankan status bebas DBD dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat untuk 18.947 jiwa penduduknya, ( Laporan Wartawan Edy R89 ).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *