Sosialisasi Tular Nalar Tata Kelola Bank Sampah Sejahtera di RW 04 Bangetayu Kulon Genuk Berlangsung Antusias

Sosialisasi Tular Nalar Tata Kelola Bank Sampah Sejahtera di RW 04 Bangetayu Kulon Genuk Berlangsung Antusias

suaracaraka.com, Semarang Jawa Tengah – Kelurahan Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk, Kota Semarang kembali menguatkan gerakan peduli lingkungan melalui Sosialisasi Tular Nalar Tata Kelola Bank Sampah Sejahtera. Kegiatan ini digelar pada Sabtu, 30 Mei 2026 di halaman Bank Sampah Sejahteratera RT 11 RW 04, Kampung Ngablak Indah, Bangetayu Kulon.

Acara menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Ibu Muslikhatun selaku Direktur Bank Sampah Sejahtera dan Bapak Poniman yang berbagi praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Sosialisasi dipandu langsung oleh Hedy Rahmad yang juga menjabat sebagai Ketua LPMK Kelurahan Bangetayu Kulon. Kehadiran warga Bangetayu Kulon yang terdiri dari ketua TP PKK kelurahan Ibu Mustiah beserta pengurus nya, ketua FKK kelurahan beserta pengurus nya, ketua TP PKK Tingkat RW dari RW 01 – 12, terkhusus Warga RW 04 mereka semuanya sangat antusias, mulai dari ibu-ibu PKK, kader lingkungan, pengurus RT, hingga pemuda karang taruna.

Ketua RW 04 Riwanto yang juga pembina pengurus Bank Sampah Sejahteratera membuka acara dan memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, sosialisasi ini sangat tepat karena persoalan sampah masih menjadi tantangan utama di wilayahnya.

“RW 04 punya Bank Sampah Sejahteratera, tapi tata kelolanya harus terus ditingkatkan. Dengan Tular Nalar ini, warga jadi paham bahwa sampah bukan musuh, tapi bisa jadi sumber ekonomi kalau dikelola benar. Saya dukung penuh supaya bank sampah kita makin maju dan bermanfaat,” ujar Riwanto.

Dalam pemaparannya, Direktur Bank Sampah Sejahtera Ibu Muslikhatun menjelaskan konsep “Tular Nalar”, yaitu menularkan cara berpikir cerdas dalam memilah, menimbang, dan mencatat sampah. Ia menekankan bahwa bank sampah yang baik harus punya sistem administrasi rapi, transparansi buku tabungan nasabah, serta kerja sama dengan pengepul agar harga jual sampah stabil.

“Jangan hanya kumpulkan sampah, tapi catat, pilah sesuai jenis, dan pastikan harga yang diterima warga adil. Bank sampah harus jadi lembaga ekonomi, bukan sekadar tempat kumpul sampah,” jelas Muslikhatun.

Sementara Bapak Poniman mempraktikkan cara memilah sampah organik dan anorganik serta teknik membuat kompos sederhana dari sisa dapur. Warga tampak semangat bertanya, terutama soal cara meningkatkan tabungan bank sampah dan mengatasi warga yang masih malas memilah dari rumah.

Moderator Hedy Rahmad memandu diskusi dengan interaktif. Sebagai Ketua LPMK, ia menegaskan bahwa program bank sampah sejalan dengan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat dan program PJN yang sudah berjalan di kelurahan.

“Kalau kali bersih karena tidak ada sampah, dan warga dapat uang dari sampah, berarti lingkungan sehat dan ekonomi tumbuh. Itu visi Bangetayu Kulon,” kata Hedy.

LPMK kelurahan Bangetayu Kulon sepakat membentuk tim kecil untuk menularkan ilmu ke RT lain di seluruh kelurahan Bangetayu Kulon, minimal tiap tiap RW ada bank sampahnya, nama bank sampahnya bisa berbeda beda disesuaikan kondisi lingkungannya. Dari LPMK kelurahan Bangetayu Kulon menyediakan narasumber yang sudah berkompeten seperti halnya ibu Muslikhatun ini. Mereka juga sepakat membuat jadwal setor sampah rutin setiap minggu agar volume sampah yang masuk ke TPA berkurang.

Acara ditutup dengan peninjauan langsung ke tempat pemilahan dan penimbangan Bank Sampah Sejahteratera. Ketua RW 04 Riwanto bersama pengurus berkomitmen memperbaiki gudang penyimpanan dan menambah sarana timbangan digital agar pencatatan lebih akurat.

Dengan sosialisasi Tular Nalar ini, Bank Sampah Sejahteratera RW 04 Bangetayu Kulon diharapkan menjadi inspirasi dan percontohan pengelolaan sampah berbasis komunitas di Kecamatan Genuk. Langkah kecil dari Ngablak Indah ini diharapkan menular ke seluruh RW di Kelurahan Bangetayu Kulon demi Semarang yang lebih bersih, hebat dan sejahtera, ( Laporan Wartawan Edy R89 ).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *