Anggota DPR RI Riyanta Mendesak Pemerintah Segera Tuntaskan Status Tenaga Honorer

Anggota DPR RI Riyanta Mendesak Pemerintah Segera Tuntaskan Status Tenaga Honorer
foto : Anggota DPR RI Riyanta, SH Komisi II Fraksi PDI Perjuangan yang juga sebagai Ketua Umum Gerakan Jalan Lurus, saat memberikan keterangan Pers nya di Komplek Gedung DPR RI Senayan Jakarta, mendesak pada pemerintah suapay menuntaskan kasus Status Tenaga Honorer menjadi PNS, ( foto doc. suaracaraka.com ).

Suaracaraka.com, Jakarta – Anggota DPR RI Riyanta, SH dari Komisi II Fraksi PDI Perjuangan yang juga sebagai Ketua Umum LSM Gerakan Jalan Lurus angkat bicara soal Status Tenaga Honorer saat ini. Hingga memasuki masa akan berakhir nya pemerintahan Jokowi – Makruf amin persoalan Status Tenaga Honorer semakin tidak jelas persoalannya. Pasalnya hingga saat ini tenaga honorer belum juga dituntaskan dalam status ketenagakerjaan nya. Di Jumpai di Komlpek Gedung DPR RI Senayan Jakarta ( 18/8/22 ) Riyanta, salah satu Legislator dari fraksi PDI Perjuangan ini, dirinya mendesak supaya pemerintah Pusat hingga daerah segera menuntaskan tenaga honorer yang ada saat ini. Jika tidak dituntaskan segera, maka secara administrasi berdampak kurang baik, sebab mereka tenaga yang masih menyandang status tenaga honorer telah menanti lama untuk diangkat menjadi PNS.

Dirinya mencontohkan di Kabupaten Pati Jawa Tengah, Jabatan Bupati Haryanto – Syaiful Arifin akan berakhir pada tanggal 22 Agustus 2022 masih saja mengangkat tenaga honorer, padahal masa jabatannya hanya tinggal 3 hari lagi. Keparahan tersebut nampak ketika ditemukan seorang tenaga honorer berlatar belakang seoarang perawat justru ditempatkan di Sekolah Dasar. Ini akan menjadi polemik dan masalah kedepan, menurut nya tenaga honorer yang masih ada sisa yang terdahulu pada K2 wajib dituntaskan terlebih dahulu, kasihan mereka sudah menanti cukup lama. Dirinya telah mengantongi data tenaga honorer yang ada di Kabupaten Pati Jawa Tengah tersebut, dalam data tersebut diantaranya terdapat seorang tenaga honorer tercatat sudah mengabdi selama 40 Tahun, Namun mereka belum juga diangkat menjadi PNS, kasihan sekali mereka, akan termakan usia semakin tua, jangan sembarangan menetaskan tenaga honorer lagi, tuntaskan dulu yang sudah ada, katanya.

Dalam penyelesaian ini, pemerintah tidak harus menggunakan Undang Undang ASN baru, jika masih saja menggunakan UU ASN baru maka mereka akan sulit lolos seleksi jika disandingkan dengan tenaga yang baru. Perbandingannya, Pelamar saat ini lebih energik dibandingkan dengan para tenaga honorer yang sudah puluhan Tahun mengabdi, namun tenaga honorer yang sudah mengabdi puluhan tahun itu, secara pengalaman lebih baik dan tidak diragukan lagi keilmuannya, Terutama para Tenaga honorer pada satuan Tugas Satpol PP, tenaga Pendidik atau Guru dan juga termasuk tenaga perawat ini supaya segera diangkat untuk menjadi PNS, Terang nya. ( Laporan Wartawan Edy Rahmad89 ).

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *