Walikota Semarang ITA, Cicipi Festifal Jajan Pasar Genuk Ndas Maling

Suaracaraka.Com, Semarang Jawa Tengah – Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab di sebut Ibu Ita itu pada hari minggu, 30 Juni 2024 hadir ditengah tengah pesta rakyat Genuk yang berlabelkan Festifal Jajan Pasar Ndas Maling. Festifal Jajan pasar Ndas Maling ini merupakan makanan khas warga Genuk sejak zaman penjajahan Belanda, karena melihat bentuknya agak aneh maka makanan tersebut sukar dijumpai di tengah tengah masyarakat. Namun seiring perkembangan Zaman, makanan khas warga Genuk Kota Semarang itu mengalami perkembangan dan disukai oleh warga masyarakat sekitar Genuk, bahkan di setiap tempat oleh oleh dan tempat tempat peziarahan makanan itu ada, hanya saja pusatnya ada di Kp. Bugen Bangetayu Kulon Kecamatan Genuk Kota Semarang, 50 Meter dari stasiun alastua.

Didalam Sambutannya, Walikota Semarang merespon baik atas rasa dan aroma jajanan pasar Ndas Maling itu. Meski mencicipi tidak banyak cukup satu Gelinding rasanya sangat menendang dan mak nyus. Perut langsung kenyang, apalagi kalau makan ndas maling ini disertai seruputan teh hangat atau kopi, heemm rasanya luar biasa. Jujur Politisi PDI Perjuangan itu tidak riyak atau pamer soal makanan ndas maling, betul rasanya sangat menggeligit nendang mak nedh bgtu perut langsung kenyang, karena apa, karena bahan pokoknya terdiri dari tepung beras, gula jawa dan kelapa muda parut. Itu bahan Pokoknya, jika masyarakat penasaran iya silahkan mencoba mumpung Gratis, tapi lain hari jika mau iya harus beli di Pusat Kp. Jajan Pasar Bugen Bangetayu Kulon dan Kelurahan Kudu yang menjadi titik pusat produksi jajan pasar Ndas Maling itu.

Sementara itu Camat Genuk Kota Semarang Drs. Suroto akan selalu menjaga dan mengembangkan jajan pasar ndas maling itu, dirinya bercerita tentang jajan pasar diberinama Ndas Maling, pada saat penjajahan Belanda di Kampung Kudu pada saat it ikut Demak Kota Wali ada seorang yang pekerjaannya maling makanan, ketika ditangkep alasannya lapar, oleh masyarakat sekitar maling tersebutpun tetap dihajar hingga kepala benjol benjol. Karena melihat sang maling kepalanya benjol benjol oleh masyarakat sekitar akhirnya memberikan pengampunan dengan catatan harus pergi dari Kp. Kudu. Karena takut diancam maka maling itu pergi kearah selatan dan berhenti di Sebuah Stasiun yang saat ini diberi julukan Stasiun Alastua. Dan pada akhirnya orang itu sudah tidak maling lagi, karena sudah menemukan ketrampilannya dengan membuat onde onde berbentuk Ndas Maling. Karena bentuknya seperti Ndas Maling dan dimakan enak, maka masyarakat sekiat melestarikannnya hingga saat ini, dan sekarang dilestarikan oleh Warga Genuk Kota Semarang dengan berbagai macam kegiatan seperti hari ini yakni festifal Jajan Pasar Ndas Maling. Kedepan Festifal jajan pasar ini tidak menyuguhkan Ndas Maling saja melainkan dengan berbagaimacam macam aneka jajanan pasar seperti : ada onde onde ceplis, Kutu mayang, Gemblong, Wajik ,jadah dan masih banyak lagi aneka olahan Jajan pasar Tradisional lainya. Untuk menggeliatkan aneka Jajanan pasar di Genuk dirinya selaku orang nomer satu, merencanakan adanya bangunan puja sera atau stan stan untuk memasarkan atau membuat pusat oleh oleh khas Genuk, sehingga tamu dari luar kota ketika Genuk beli oleh olehnya di Genuk dengan berbagai macam olahan jajanan pasar khas Genuk, agar tamu yang ke Genuk beli oleh olehnya ke Jalan Pandanaran atau Kaligawe.

Sementara itu menurut ketua Forum LPMK Kecamatan Genuk Kota Semarang Ahmad Syafi’i dalam keterangan PERSNYA Festifal Jajan pasar ini dilombakan tingkat kelurahan, setiap kelurahan mengeluarkan satu icon Gunungan besar khas Ndas Maling. Gunungan tersebut dikelilingi aneka jajanan pasar jenis lainnya, sehingga Gunungan Ndas Maling tersbut terlihat megah dan mempesona. Sebagai Juara pertama direbut oleh kelurahan Bangetayu Wetan, pada satu tahun lalu juara pertama di raih oleh Kelurahan Bangetayu Kulon. Tahun ini Kelurahan Bangetayu Kulon menempati Juara Harapan Tiga. Sebelum Arak arakan Festifal jajan pasar dimulai sejak pagi terdapat aksi Lomba Rebana tingkat SD dan SMP Negeri maupun Swasta, agenda Festifal Jajan pasar di Wilayah Kecamatan Genuk benar benar sangat menggeliat dan meriah, Tegas Syafi’i. ( Laporan Wartawan Edy Rahmad89 ).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *