Suaracaraka.com, Genuk Semarang Jawa Tengah – Bertempat di Aula Kantor Kecamatan Genuk, Minggu (25/01/2026) Badan Keswadayaan Mayarakat (BKM) Mandiri Kelurahan Genuksari menyelenggarakan Rembug Warga Tahunan (RWT) tahun buku 2025. Rembug diikuti oleh seluruh masyarakat yang tergabung dalam 95 KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) beranggota 425 orang. Hadir dalam acara tersebut Lurah Genuksari, Waluyo, SH, Babin, Babinsa, Ketua RT, RW, LPMK, Tokoh Masyarakat Genuk, H. Sutrisno dan Forum BKM Kota Semarang, Sardi AK, SH.
Dalam RWT ini fokus rembugan antara lain penyampaian laporan keuangan, capaian program tahun 2025
dan rencana kerja tahun 2026.
Sebagaimana dilaporkan Koordinator BKM Mandiri, Darsono, SE bahwa tahun 2025 BKM melalui UPK ( Unit Pengelola Keuangan) memperoleh laba bersih sebesar Rp. 128.125.683, dimana yang Rp. 60 juta diserahkan ke sekretariat untuk operasional tahun 2026 dan sisanya dikembalikan ke UPK sebagai pemupukan modal. “Total keuangan di neraca aktiva pasiva per 31 Desember 2025 sebesar Rp. 1.110.178.184,” ungkap Darsono.
Dikatakan Darsono, RWT yang diadakan adalah kegiatan rutin tahunan sebagai wujud pertanggungjawaban pengurus kepada masyarakat. “Karena sejak 30 Juni 2023 BKM tidak lagi ada pendampingan pemerintah, maka BKM sebagai lembaga independen harus mandiri guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat kelurahan, melalui pendampingan dan pembinaan KSM yang ada, ” tegas Darsono
Sementara Lurah Genuksari, Waluyo, SH mengharap dengan kemandirian BKM yang ada, semakin bisa bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang ada di kelurahan. “Dengan saling menjalin kerjasama berbagai lini, maka kesejahteraan masyarakat semakin cepat tercapai,” ujarnya.
Sedang Sardi AK, SH yang mewakili Forum BKM Kota Semarang sekaligus Forum BKM Kecamatan Genuk, mengapresiasi luar biasa kegiatan RWT ini. “Tidak sedikit BKM Kelurahan yang mati suri, hidup segan mati nggak mau. Salah satu penyebabnya tiadanya program program pemerintah untuk penguatan lembaga ini. Lembaga bentukan pemerintah pusat tahun 2000 melalui Kementerian Pekerjaan Umum di bawah Dirjen Cipta Karya ini terasa semakin mati gaungnya. “Beberapa tahun lalu, tanda tangan Koordinator BKM masih diperlukan dalam Musrenbang, tp tahun lalu sudah tidak dilibatkan lagi. Padahal BKM itu satu2nya lembaga yang setiap tahun diaudit oleh Kantor Akuntan Publik,” tegas Sardi, ( Tim Liputan Suara Caraka.com ).
Editor. : Sardi, AK.