TAK PERLU NUNGGU LULUS, UNTUK MENJADI PENGUSAHA SUKSES

Oleh : Muhammad Supriyadi, S.E.,M.M. Direktur Utama KSPPS BMT Berkah Mitra Hasanah

Suaracaraka.com, Semarang Jawa Tengah ( Minggu, 17 Mei 2026 ).

Jaman serba susah, jaman serba sulit, apa-apa serba susah, cari uang susah, cari pekerjaan sulit, hidup serba kekurangan,  itulah kondisi yang dirasakan banyak orang saat ini, setiap orang berpotensi bahkan sangat mungkin mengalami hal ini, Kondisi dimana semuanya terasa serba sulit, rezeki serasa sempit, kebahagiaan yang didamba serasa tak ada. Salah satu jawaban dari problematika diatas adalah pemaknaan, bagaimana cara kita memaknai dan menerima apa saja yang Allah tetapkan dan berikan untuk dirinya, atau yang biasa kita sebut Qana’ah itulah jawaban yang tepat saat kita dihadapkan pada sebuah kondisi krisis, serba sulit, serba susah, salah satu kata kunci dari problematika diatas adalah bersyukur yang dilandasi sifat taqwa yang akan menjadi media  jalan keluar dari segala kesulitan hidup dan menuju sebuah kesuksesan, ingat Firman Alloh

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا • وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. ( QS.At thalaq 2-3 )

Salah satu cara keluar dari problem kesulitan hidup yang saat ini banyak kita rasakan yaitu dengan memperkuat kondisi ekonomi kita dan diantara cara memperkuat ekonomi kita yaitu dengan cara berwira usaha atau bisnis sebagaimana yang telah di contohkan oleh Rosululloh Saw

عليكم بالتجارة فإن فيها تسعة أعشار الرزقة فِي التِّجَارَةِ

“Hendaklah kalian berdagang, karena sembilan dari sepuluh pintu rezeki ada dalam perdagangan.

Pernah gak sih kamu merasa kalau sukses itu harus menunggu pakai toga dulu? Atau harus punya ijazah dulu baru bisa dipandang hebat? Dunia ga nunggu kamu lulus buat kasih masalah? jadi kenapa kamu nunggu lulus buat kasih solusi? Padahal, di era digital sekarang, garis finish setiap orang itu beda-beda. Kamu nggak perlu menunggu selesai sekolah atau lulus kuliah untuk mulai membangun sesuatu yang besar.

Menjadi siswa atau mahasiswa sekaligus pebisnis itu memang menantang dan tidak mudah, tapi bukan berarti mustahil. Yuk, kita bahas kenapa mulai sekarang itu lebih baik daripada nanti-nanti!

Kenapa nunggu itu rugi, Jangan biarkan ijazah jadi rem buat ambisi besarmu…

Umur 16-22 tahun itu fase paling aman buat gagal. Biaya hidup masih ditanggung orang tua, tanggung jawab kecil, energi besar. Kalau gagal sekarang, ruginya paling uang jajan sebulan. Kalau gagal umur 30, ruginya bisa cicilan, keluarga, dan mental.

45% pengusaha sukses di Indonesia mulai bisnisnya sebelum umur 25. Mark Zuckerberg bikin Facebook umur 19. William Tanuwijaya ngoding Tokopedia dari warnet waktu kuliah, mereka nggak nunggu lulus atau wisuda, kata kuncinya berani melangkah, asal kita sunggung-sungguh dan profesional insya alloh hasil terbaik akan kita dapatkan, Alloh sangat mencintai orang yang melakukan sesuatu dengan profesional

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ

“Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila bekerja, mengerjakannya secara itqan (Professional)”.

Modal bukan alasan

Yang bikin orang nggak mulai biasanya 3 hal: nggak ada modal, nggak ada ide, nggak ada waktu. Padahal, dengan Modal 0 kita bisa Jual skill, Bisa desain Canva? Buka jasa. Jago ngedit video? Terima job. Bisa nulis? Jual jasa ketik/translate. Lihat masalah temanmu, Kosan nggak ada yang anter makan? Buka jastip. Banyak yang susah bikin PPT? Jual template, Waktu 1 jam sehari cukup buat bales chat customer dan packing barang, bukan nggak ada waktu, tapi nggak kita prioritaskan.

Sekolah atau Kuliah adalah Tempat “Laboratorium” Terbaik

Sekolah atau kampus bukan cuma tempat buat dengerin guru atau dosen, tapi juga tempat buat riset gratis. Kamu punya banyak teman yang bisa jadi target pasar atau bahkan partner bisnis. Selain itu, kamu bisa belajar tentang lembaga dan profesi pendukung yang bisa membantu bisnismu lebih profesional di masa depan, kamu dikelilingi 3 hal yang mahal di luar sana: 

– Market: Teman sekelas, teman kos, senior. Mau jualan apa, langsung ada calon pembeli. 

– Mentor: Guru, Dosen managemen, dosen komunikasi. Gratis tanya. 

– Sumber Daya: Wifi sekolah, wifi kampus, lab komputer, perpustakaan, ruang diskusi. Semua udah dibayar lewat SPP atau UKT. 

 Jangan Takut Gagal, Kamu Masih Punya “Waktu”

Setiap zaman, setiap masa ada yang berkesulitan dan ada yang yang berkemudahan itu sunnatulloh, yakinlah bahwa dibalik kesulitan ada kemudahan…

فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ

“Maka, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan”.

Pas kuliah atau Sekolah, beban hidup kamu masih ditanggung orang tua. Gagal jualan 200 ribu rasanya sakit, tapi nggak bikin kamu nggak bisa makan bulan depan. Bandingin sama orang umur 30 an yang baru coba-coba usaha, gagal sekali bisa langsung kolaps finansial. Di sekolah, kamu dapet “diskon rugi”. Manfaatin.

Salah satu keuntungan terbesar mulai bisnis saat sekolah atau kuliah adalah resikonya yang relatif lebih kecil. Kalaupun bisnismu gagal sekarang, kamu belum punya beban tanggungan yang besar. Kegagalan ini justru bisa kamu masukkan ke dalam ringkasan portofolio sebagai pengalaman belajar yang sangat berharga.

Lawan FOMO dengan Fokus pada Proses dan bergerak mencari karunia Alloh

Melihat teman lain sudah sukses duluan seringkali bikin kita kena FOMO (Fear of Missing Out). Tapi ingat, setiap pebisnis punya waktunya masing-masing. Daripada sibuk membandingkan diri, lebih baik fokus pada kekuatan berpikir positif untuk mengembangkan ide bisnismu sendiri dan berani melangkah, berani mengambil resiko untuk meraih kesuksesan sambil menyelesaikan study dan mencari karunia Alloh

فَاِذَا قُضِيَتِ الصَّلٰوةُ فَانْتَشِرُوْا فِى الْاَرْضِ وَابْتَغُوْا مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

“Apabila salat (Jumat) telah dilaksanakan, bertebaranlah kamu di bumi, carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung”.

Mulai Rapikan Portofolio dari Sekarang

Apapun bisnis yang kamu jalankan, sekecil apapun itu, jangan lupa untuk mendokumentasikannya. Judul jurnal atau catatan progres bisnismu bisa menjadi nilai jual yang tinggi saat kamu benar-benar lulus nanti. Kamu akan selangkah lebih maju dibanding lulusan lain yang baru mau mulai mencari kerja.

Rahasia Menyeimbangkan sekolah dan Bisnis Tanpa Tumbang

Banyak yang ragu memulai karena takutsekolah atau kuliahnya keteteran. Padahal, kuncinya bukan pada berapa banyak waktu yang kamu punya, tapi bagaimana kamu membaginya. Mulailah dari yang kamu punya, dengan yang bisa ditempat kamu berada

Berikut adalah tambahan strategi untukmu:

Skala Prioritas adalah Kunci :

  • Gunakan teknik manajemen waktu yang sederhana. Selesaikan tugas sekolah yang paling mendesak di pagi hari, lalu dedikasikan waktu sore atau malam untuk mengurus operasional bisnis.
  • Terima ikhlas dan ridho atas apapun yang telah dan sedang terjadi
  • Yakin pada Alloh, Bagi Alloh teramat mudah membalikkan keadaan, tidak ada yang sulit bagi Alloh
  • Perkuat tawakkal, bersamanya ikhtiar pol-polan dan penyerahan diri secara total
  • Spirit Nol kilometer dan Berikan porsi dari hasil usaha kita untuk dakwah dalam agama islam sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Abdurrahman bin Auf sahabat Rosululloh yang telah memberikan sebagian hartanya untuk dakwah bersama Rosululloh.

Lulus bawa satu ijazah itu biasa…Lulus bawa ijazah + bisnis yang sudah jalan itu luar biasa

Rezeki ga nunggu ijazah…Rezeki nunggu orang yang berani mulai duluan…

Jadi mau nunggu beberapa tahun lagi…atau mulai dari sekarang…( Salam, Penulis ).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *